Your browser does not support JavaScript!
 01 Feb 2019    11:00 WIB
Pencegahan Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
Tidak ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya demam dengue dan demam berdarah dengue. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mencegah gigitan nyamuk yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Pencegahan demam dengue dan demam berdarah dengue terbagi menjadi 2, yaitu perlindungan terhadap diri sendiri dan berusaha menurunkan populasi atau jumlah nyamuk Aedes aegypti. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri anda adalah:•  Jauhi daerah pemukiman padat penduduk, bila memungkinkan•  Gunakan lotion anti nyamuk, bahkan bila anda berada di dalam ruangan•  Saat berada di luar ruangan, kenakanlah pakaian berlengan panjang dan celana panjang serta kaos kaki•  Pada saat berada di dalam ruangan, gunakanlah pendingin ruangan, bila tersedia•  Pastikan jendela dan pintu anda tertutup rapat. Bila perlu gunakanlah jaring anti nyamuk pada pintu dan jendela anda•  Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala demam dengue atau demam berdarah dengue Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti adalah:•  Singkirkan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai tempat bertelur oleh nyamuk, seperti ban bekas, kaleng bekas, dan pot bunga•  Gantilah secara teratur air minum pada tempat mandi burung anda atau tempat minum hewan peliharaan anda, terutama bila terdapat di luar ruangan•  Cuci dan bilas bak mandi secara teratur, bila perlu anda dapat menaburkan bubuk abate pada bak mandi anda Baca juga: Kenali Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 31 Jan 2019    16:00 WIB
Kenali Gejala Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
Demam dengue merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Terdapat 4 jenis virus dengue yang dapat menyebabkan terjadinya demam dengue. Penularan demam dengue terjadi melalui perantaraan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi  oleh virus dengue. Nyamuk Aedes ini terinfeksi virus dengue ketika menggigit seseorang yang telah terinfeksi oleh virus dengue (terdapat virus dengue di dalam darahnya). Penularan demam dengue tidak dapat terjadi melalui kontak antar manusia.Gejala Demam DengueGejala demam dengue biasanya baru dimulai 4-6 hari setelah infeksi virus dengue dan dapat berlangsung hingga 10 hari. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah:•  Demam tinggi yang terjadi secara mendadak•  Nyeri kepala berat•  Nyeri di belakang mata•  Nyeri otot hebat•  Nyeri sendi hebat•  Mual•  Muntah•  Adanya bercak kemerahan pada kulit, yang biasanya muncul 3-4 hari setelah demam dimulai•  Adanya perdarahan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memarKadangkala, demam dengue hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Anak-anak yang masih kecil dan orang yang tidak pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya cenderung memiliki gejala yang lebih ringan daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.Demam Berdarah DengueDemam berdarah dengue merupakan komplikasi dari demam dengue. Berbagai gejala demam berdarah dengue yang dapat ditemukan adalah:•  Demam tinggi•  Kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening•  Perdarahan, baik dari hidung (mimisan), gusi (gusi berdarah), maupun saluran pencernaan (tinja berwarna hitam)•  Pembesaran hati•  Kegagalan sistem sirkulasiBila berbagai gejala di atas tidak segera ditangani, maka berbagai gejala tersebut dapat memburuk dan menyebabkan terjadinya perdarahan hebat, syok, dan bahkan kematian. Keadaan ini disebut dengan dengue shock syndrome (DSS)Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan orang yang pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami demam berdarah dengue.Apakah Saya Mengalami Demam Dengue?Untuk menegakkan diagnose demam dengue, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar trombosit dan adanya antibodi terhadap virus. Sumber: webmd