Your browser does not support JavaScript!
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan salah satu pilihan terapi batu ginjal non invasif yang sekarang ini banyak menjadi pilihan dokter dan penderita batu ginjal. Terapi ini cukup efektif untuk mengatasi sebuah batu ginjal yang berukuran kurang dari 1 cm. Beberapa dokter bedah dari Universitas Frederico II, Italia mengamati sekitar 273 pasien diantara bulan Maret 2006 hingga Maret 2009 yang memiliki sebuah batu pada daerah ureter (saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) yang berbatasan dengan kandung kemih. Batu berukuran antara 0.5-1.5 cm. Para penderita ini kemudian ditanyakan apakah mereka ingin melakukan tindakan ureteroskopi (pembedahan) atau ESWL. Ureteroskopi merupakan suatu tindakan bedah invasif yang sebenarnya tidak membutuhkan tindakan insisi, tetapi hanya memasukkan sebuah kateter ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing), menuju ke kandung kemih dan ureter untuk mengeluarkan batu tersebut. Sementara itu, ESWL memecahkan batu dengan cara mengirimkan suatu gelombang kejut ke dalam tubuh untuk menghancurkan sebuah batu menjadi serpihan-serpihan kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui uretra. 98% terapi ESWL dilakukan pada pasien rawat jalan, yang tidak memerlukan pemberian obat bius. Tindakan ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, 98% tindakan ureteroskopi dilakukan pada pasien rawat inap, di mana sekitar 66% nya memerlukan pemberian obat bius lokal, 22% nya memerlukan pemberian obat bius umum, dan 12% nya memerlukan pemberian obat bius intravena (melalui pembuluh darah). Tindakan operasi ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: • 93% penderita yang melakukan terapi ESWL telah terbebas dari batu ginjal dalam waktu 3 bulan setelah tindakan dibandingkan dengan 95% penderita yang terbebas dari batu ginjal setelah melakukan ureteroskopi • Hanya dibutuhkan 1 kali tindakan ESWL untuk menghilangkan batu ginjal pada sekitar 55% penderita, sementara itu 33% lainnya membutuhkan 2 kali ESWL, dan 13% sisanya membutuhkan 3 kali ESWL. Semua penderita yang gagal diterapi dengan ESWL (7%) berhasil diobati dengan ureteroskopi • Sekitar 8% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan tindakan terapi ulang • Sekitar 19% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan terapi tambahan selama proses operasi berlangsung • Baik ESWL maupun ureteroskopi memiliki efek samping. Sekitar 10% penderita yang melakukan tindakan ESWL mengalami infeksi ginjal. Sementara itu sekitar 17% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami infeksi ginjal • Lebih dari 19% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami komplikasi, di mana salah satunya mengalami kebocoran kecil (perforasi) pada ureter • Pada penderita yang memiliki batu ginjal berukuran kurang atau sama dengan 1 cm, tindakan ESWL memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih jarang membutuhkan terapi ulangan atau terapi tambahan dibandingkan dengan penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan ESWL merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran 1 cm atau kurang. Sementara itu,tindakan ureteroskopi merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran lebih dari 1 cm. Sumber: webmd  
Batu ginjal terbentuk saat berbagai zat sisa yang ingin dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal saling bertempelan menjadi satu dan akhirnya membentuk suatu batu. Batu ini dapat terbentuk dalam ukuran yang berbeda-beda, mulai dari seukuran sebutir gula pasir hingga sebesar sebuah bola ping pong. Pada awalnya, adanya batu ginjal di dalam ginjal ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sehingga jarang disadari oleh penderita. Seiring dengan semakin membesarnya batu, maka penderita pun akan merasakan nyeri, terutama di daerah pinggang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala lain dari batu ginjal yang perlu Anda waspadai. Nyeri Hebat Mendadak Saat ukuran batu ginjal telah menjadi cukup besar, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba di bagian pinggang, perut, selangkangan, atau daerah kemaluan.   Muntah Beberapa penderita batu ginjal akan mengalami rasa yang sangat tidak nyaman pada daerah perutnya. Beberapa di antaranya bahkan mengalami mual dan muntah.   Darah di Dalam Air Kemih Adanya darah di dalam air kemih merupakan suatu pertanda bahwa batu ginjal telah terdorong masuk ke dalam ureter (suatu saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) sehingga melukai jaringan di dalam ureter, akibat gesekan antara batu ginjal dengan dinding dalam ureter.   Nyeri Saat Buang Air Kecil Beberapa penderita batu ginjal juga mengalami nyeri saat mereka buang air kecil dan beberapa orang lainnya justru menjadi lebih sering buang air kecil.   Baca Juga: Seorang Pria Mengalami Gagal Ginjal Karena Terlalu Banyak Minum Es Teh!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: medicinenet, mayoclinic
Apakah saat Anda buang air kecil kemudian mengalami adanya darah di urin disertai dengan adanya serpihan batu?Bila iya, maka waspadalah kemungkian Anda mengalami batu ginjal. Material yang berasal dari sisa-sisa zat limbah dari dalam tubuh yang diproses oleh ginjal apabila mengendap dan mengkristal dapat menjadi batu ginjal. Bentuknya yang keras menyerupai batu dan berada di daerah ginjal maka itu disebut dengan batu ginjal. Adanya endapan batu di dalam ginjal dapat disebabkan oleh makanan, gangguan kesehatan dan penyebab lainnya. Gejala batu ginjal Pada awalnya tidak semua penderita merasakan gejala saat mengalami batu ginjal. Apabila batu ginjal tersebut berukuran kecil maka akan dengan mudah melewati saluran kemih dan keluar dari dalam tubuh dalam bentuk serpihan. Apabila batu ginjal berukuran besar biasanya akan menyebabkan rasa nyeri dan melukai dinding saluran kemih, sehingga akan ditemukan darah di dalam urin. Gejala lainnya adalah rasa nyeri pada perut dan punggung bagian bawah, pinggang, serta selangkangan. Nyeri tersebut bisa timbul dan hilang sesuai dengan pergerakan batu tersebut. Batu ginjal lebih sering dialami oleh pria dibanding wanita hal ini disebabkan adanya perbedaan bentuk anatomi tubuh wanita dan pria. Apabila batu ginjal tidak ditangani dengan baik maka akan berakhir dengan kerusakan pada ginjal. Sebelum hal ini terjadi, ada beberapa hal yang dapat membantu Anda menghindari terjadinya batu ginjal, seperti ulasan dibawah ini: 1.      Jaga berat badan tetap stabilSeseorang yang memiliki berat tubuh yang berlebih dan memiliki ukuran pinggang yang lebih besar memiliki risiko mengalami batu ginjal yang lebih tinggi. Oleh karena itu jaga berat badan Anda tetap stabil dengan menjalani pola hidup yang sehat seperti makan makanan yang bergizi seimbang dan olahraga teratur. 2.      Minum banyak airPerbanyak minum air putih setiap hari untuk membantu ginjal membuang semua racun dari dalam tubuh Anda. Air juga membantu tubuh untuk mempertahankan volume dan konsentrasi darah. Jadi pastikan Anda minum air putih yang cukup setiap harinya minimal 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. 3.      Hindari konsumsi obat tanpa pengawasan dokterSetiap jenis bahan kimia yang masuk kedalam tubuh harus melewati ginjal untuk dilakukan penyaringan. Apabila Anda konsumsi obat secara berlebihan maka akan membuat kerja ginjal menjadi berat. Hal inilah yang akan memicu terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu konsumsilah obat sesuai ketentuan dokter. 4.      Hati-hati mengkonsumsi suplemen dan obat-obatan herbal atau jamuApabila Anda konsumsi suplemen berlebihan seperti mengandung vitamin dosis tinggi dan suplemen herbal secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sebelum Anda konsumsi suplemen dan obat-obatan herbal atau jamu sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. 5.      Batasi konsumsi garamKonsumsi garam secara berlebihan akan memicu pembentukan batu ginjal. Sehingga kurangi konsumsi garam secara berlebihan. Usahakan untuk selalu baca label makanan, mengenai kandungan garam atau natrium dalam makanan tersebut. Biasanya makanan olahan mengandung banyak garam. 6.      Kurangi asupan protein hewaniMakanan yang mengandung purin tinggi seperti daging merah, berisiko meningkatkan asam urat sehingga mempercepat pembentukan salah satu bentuk batu ginjal. Batasi asupan protein hewani Anda hingga 6 ons atau kurang per hari untuk membantu mengurangi risiko pembentukan semua jenis batu ginjal. 7.      Kurangi asupan alkoholKonsumsi alkohol berlebihan akan meningkatkan asam urat dalam aliran darah, yang dapat berkontribusi membentuk batu ginjal.Banyak cara untuk merusak tubuh Anda, namun ada juga banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Jadi Anda akan memilih yang mana? Baca juga: 8 Makanan Terbaik Untuk Ginjal Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cc
Langkah perawatan apa yang bisa kita ambil jika mengalami batu ginjal? Perawatan untuk batu ginjal tergantung pada ukuran batu, dan terbuat dari apa, apakah itu menyebabkan rasa sakit dan apakah itu menghalangi saluran kemih kita. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan untuk mencari tahu perawatan yang tepat untuk kita, dokter biasanya akan meminta kita untuk melakukan tes urine, tes darah, x-ray dan / atau CT scan. CT scan terkadang menggunakan pewarna kontras. Jika kita pernah memiliki masalah dengan pewarna kontras, pastikan untuk memberi tahu dokter kita sebelum kita menjalani CT scan. Jika hasil tes kita menunjukkan bahwa batu ginjal kita kecil, dokter mungkin akan memberikan kita untuk mengkonsumsi obat nyeri dan minum banyak air (cairan) untuk membantu mendorong batu keluar melalui saluran kemih kita. Tetapi jika batu ginjal kita besar, atau jika memblokir saluran kemih kita, perawatan tambahan mungkin diperlukan. Salah satu pilihan pengobatan adalah gelombang kejut lithotripsy. Perawatan ini menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil. Setelah menjalani tindakan ini, potongan-potongan batu ginjal yang menjadi kecil, akan melewati saluran kemih kita dan keluar dari tubuh kita, bersamaan dengan air kencing kita. Perawatan ini biasanya membutuhkan waktu 45 menit hingga satu jam dan dapat dilakukan dengan anestesi umum, yang berarti kita akan tertidur dan tidak dapat merasakan sakit. Pilihan pengobatan lainnya adalah ureteroscopy. Perawatan ini juga dilakukan dengan anestesi umum. Dokter menggunakan alat panjang berbentuk tabung, untuk menemukan dan menghilangkan batu atau untuk menemukan dan menghancurkan batu menjadi potongan-potongan kecil. Jika batu itu kecil, dokter mungkin bisa menghilangkannya. Jika besar, mungkin perlu dipecah menjadi beberapa bagian. Dalam hal ini, laser akan digunakan untuk memecahkan batu menjadi potongan-potongan yang cukup kecil untuk melewati saluran kemih kita. Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi yang disebut nefrolitotomi perkutan (PCNL) adalah prosedur minimal invasif untuk mengangkat batu dari ginjal dengan luka tusukan kecil (hingga sekitar 1 cm) melalui kulit. Ini paling cocok untuk menghilangkan batu dengan ukuran lebih dari 2 cm dan yang ada di dekat daerah panggul. Kita harus berada di rumah sakit selama dua hingga tiga hari untuk pulih dari perawatan ini. Bagaimana kita bisa mencegah terjadinya batu ginjal? Cara terbaik untuk mencegah terjadinya batu ginjal adalah minum cukup cairan setiap hari. Air putih adalah yang paling baik. Kebanyakan orang harus minum 8 hingga 12 gelas air per hari. Kita juga dapat minum cairan lain seperti ginger ale, soda lemon-lime, dan jus buah untuk membantu kita meningkatkan asupan cairan. Jika kita memiliki penyakit ginjal dan perlu membatasi cairan, tanyakan kepada dokter kita, berapa banyak cairan yang harus kita dapatkan setiap hari. Membatasi protein natrium dan hewani (daging, telur) dalam daftar makanan kita, juga dapat mencegah terjadinya batu ginjal. Jika dokter kita dapat mengetahui batu ginjal kita terbuat dari apa, ia mungkin dapat memberi kita rekomendasi diet khusus, untuk membantu mencegah batu ginjal di masa depan. Jika kita memiliki kondisi kesehatan yang membuat kita lebih mungkin memiliki batu ginjal, dokter biasanya akan memberikan kita obat untuk mengobati kondisi ini. Jangan memulai atau menghentikan perawatan atau diet apa pun, tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kita.   Sumber : healthline
Hai sahabat, kali ini kita akan membahas perkara batu ginjal. Batu ginjal bisa dialami oleh siapapun. Baik pria maupun wanita. Namun apa kita tahu jelas penyebabnya? Apa pencegahannya? dan bagaimana cara mengobatinya? Mari kita pelajari bersama. Bagaimana batu ginjal terbentuk? Pada dasarnya, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuang kotoran itu, bersama dengan air dalam bentuk urin. Ketika kita memiliki terlalu banyak kotoran dan tidak cukup cairan dalam darah kita, kotoran ini akan menumpuk,  terbentuk dan saling menempel di dalam ginjal kita. Tumpukan kotoran ini disebut batu ginjal. Siapa yang berisiko terkena batu ginjal? Siapa pun bisa mendapatkan batu ginjal, tetapi seorang Pria cenderung lebih besar mengalami batu ginjal daripada seorang wanita. Batu ginjal juga lebih umum pada orang kulit putih non-Hispanik daripada orang-orang dari etnis lain. Kita juga mungkin terkena batu ginjal jika: Kita telah memiliki batu ginjal sebelumnya. Seseorang di keluarga kita memiliki riwayat batu ginjal. Kita tidak minum cukup air. Kita mengikuti diet tinggi protein, sodium dan, atau gula. Kita kelebihan berat badan atau obesitas. Kita telah menjalani operasi bypass lambung atau operasi usus lainnya. Kita memiliki penyakit ginjal polikistik atau penyakit ginjal kistik lainnya. Kita memiliki kondisi tertentu yang menyebabkan urin mengandung kadar sistin, oksalat, asam urat atau kalsium yang tinggi. Kita memiliki kondisi yang menyebabkan pembengkakan atau iritasi pada usus atau sendi kita. Kita mengambil obat-obatan tertentu, seperti diuretik (pil air) atau antasida berbasis kalsium. Apa saja gejala batu ginjal? Jika kita memiliki batu ginjal yang sangat kecil, yang bergerak dengan mudah, melalui saluran kemih kita, kita mungkin tidak memiliki gejala apa pun, dan mungkin tidak pernah tahu bahwa kita memiliki batu ginjal. Tetapi jika kita memiliki batu ginjal yang lebih besar, kita mungkin akan mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut: Nyeri saat buang air kecil. Darah dalam air kencingmu. Nyeri tajam di punggung atau perut bagian bawah. Mual dan muntah. Jika kita mengalami gejala-gejala ini, segera ke rumah sakit atau kunjungi dokter. Ada 4 jenis tipe batu ginjal, yaitu: Batu kalsium adalah jenis batu ginjal yang paling umum. Batu kalsium biasanya terbentuk dari kalsium dan oksalat (bahan kimia alami yang ditemukan di sebagian besar makanan), tetapi kadang-kadang terbuat dari kalsium dan fosfat. Batu asam urat terbentuk ketika urin kita sering terlalu asam. Asam urat dapat membentuk batu dengan sendirinya atau dengan kalsium. Batu struvite dapat terjadi ketika kita memiliki jenis infeksi saluran kemih tertentu di mana bakteri membuat amonia yang terbentuk di urin kita. Batu struvit terbuat dari magnesium, amonium dan fosfat. Batu cystine terbuat dari bahan kimia yang dibuat oleh tubuh kita secara alami. Batu cystine sangat langka, dan terjadi pada orang yang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan sistin bocor dari ginjal ke urin. Batu ginjal bisa sekecil butiran pasir atau sama besar - kadang lebih besar dari-mutiara. Mereka dapat tinggal di ginjal kita atau berjalan melalui ureter kita (tabung yang masuk dari ginjal kita ke kandung kemih kita), dan keluar dari tubuh kita dengan air kencing kita. Batu ginjal juga bisa tersangkut di saluran kemih dan menghalangi urin masuk. Dan itu bisa sangat menyakitkan.   Sumber : www.healthline.com
Orang yang menderita batu ginjal biasanya tidak akan menyadari bahwa dirinya memiliki batu ginjal karena seringkali tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala yang sering dialami oleh penderita adalah nyeri hebat yang timbul secara mendadak. Rasa nyeri ini seringkali membuat penderita harus dilarikan ke rumah sakit. Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya batu ginjal pada seseorang. Beberapa hal ini ada yang dapat dikendalikan, namun ada pula yang tidak dapat dikendalikan.   Baca juga: Sekilas Info Mengenai Operasi Batu Ginjal   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal, namun dapat Anda kendalikan. Seberapa Banyak Air Putih yang Anda Konsumsi Penyebab paling sering dari terbentuknya batu ginjal adalah karena seseorang tidak mengkonsumsi cukup air putih. Oleh karena itu, dianjurkan agar setiap orang setidaknya mengkonsumsi 8-10 gelas air putih setiap harinya. Makanan yang Anda Konsumsi Makanan yang mengandung banyak protein, garam, dan asam urat seperti sayuran berdaun hijau dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak protein, garam, dan asam urat. Memiliki Berat Badan Berlebih Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan meningkatkan kadar kalsium di dalam air kemih, yang berarti juga akan meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu Sejumlah obat-obatan seperti acetazolamide dan indinavir dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal.   Selain beberapa hal di atas, ada beberapa hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal yang tidak dapat Anda kendalikan seperti: Usia dan jenis kelamin. Pria yang berusia antara 30-50 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita batu ginjal Wanita yang telah memasuki masa menopause. Menurunnya kadar hormon estrogen akan meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Selain itu, wanita yang juga tidak lagi memiliki kedua indung telurnya juga memiliki resiko batu ginjal yang lebih tinggi Ada anggota keluarga yang menderita batu ginjal Sering mengalami infeksi saluran kemih Menderita penyakit lain seperti penyakit Crohn, hiperparatiroidisme, atau gout Pernah menjalani tindakan pembedahan usus atau lambung Menderita resistensi insulin yang biasanya ditemukan pada penderita diabetes atau obesitas   Untuk mengetahui apakah Anda menderita batu ginjal atau tidak, terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang dapat membantu seperti pemeriksaan CT scan, foto rontgen, USG, dan pemeriksaan urin rutin (urinalisis). Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat membantu mengetahui mineral mana yang kadarnya cukup tinggi di dalam tubuh, yang mungkin turut berperan dalam membentuk batu ginjal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
Batu ginjal dapat terjadi pada siapa saja. Tergantung ukuran batu yang terdapat di dalam ginjal, penanganannya dapat berbeda-beda. Bila ukuran batu masih cukup kecil, maka pemberian obat-obatan penghancur batu biasanya sudah cukup. Akan tetapi, bila ukuran batu telah cukup besar, maka operasi atau terapi ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) merupakan pilihan yang lebih baik. Adanya ESWL, ureteroskopi, dan perkutaneus litotripsi membuat tindakan operasi semakin jarang dilakukan. Pada operasi, dokter akan membuka perut atau bagian samping tubuh penderita sehingga ia dapat mencapai ginjal dan mengeluarkan batu dari dalamnya. Dokter kemudian akan memasang kateter di dekat ginjal Anda untuk mengeluarkan air kemih yang dihasilkan ginjal hingga luka pada ginjal sembuh. Bila Anda memilih untuk melakukan operasi pengangkatan batu ginjal, maka Anda biasanya harus dirawat di rumah sakit selama 6-9 hari. Anda biasanya dapat kembali beraktivitas dengan normal dalam waktu 4-6 minggu paska operasi.   Mengapa Tindakan Operasi Diperlukan? Sebenarnya, untuk mengangkat batu ginjal tindakan operasi jarang sekali dilakukan. Akan tetapi, terdapat beberapa keadaan yang membuat tindakan operasi diperlukan, yaitu: Bila batu yang ada di dalam ginjal Anda berukuran besar dan disebabkan oleh infeksi (batu staghorn) Anda memiliki kelainan bawaan pada saluran kemih yang mengganggu aliran air kemih di dalam ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih), atau kandung kemih Berbagai pengobatan batu ginjal lainnya tidak berhasil mengeluarkan batu Tergantung pada lokasi batu ginjal, operasi biasanya dapat mengangkat seluruh batu yang ada di dalam ginjal   Baca juga: Berbagai Gejala Batu Ginjal yang Perlu Anda Waspadai   Apa Saja Resiko Operasi yang Perlu Diketahui? Beberapa resiko tindakan operasi pengangkatan batu ginjal adalah: Perdarahan hebat Infeksi Resiko yang berhubungan dengan obat bius Meningkatkan resiko terjadinya hernia di tempat operasi dilakukan Selain itu, tindakan operasi juga dapat menyebabkan kerusakan berat pada ginjal, yang mungkin membuat ginjal perlu diangkat. Bila Anda telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami beberapa hal di bawah ini: Nyeri mendadak Demam Mual atau muntah Mengalami tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan atau kulit tampak kemerahan pada bekas luka operasi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
Ginjal merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh Anda. Ginjal memiliki banyak fungsi salah satunya adalah menyaring zat sisa dan limbah, racun atau toksin. Apabila ginjal seseorang tidak bekerja dengan baik, maka orang tersebut bisa meninggal karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Ada beberapa hal yang merusak fungsi ginjal, salah satunya adalah batu ginjal. Batu ginjal merupakan kondisi dimana terbentuknya material keras yang menyerupai batu didalam ginjal. Material tersebut berupa zat-zat limbah didalam darah yang dipisahkan oleh ginjal yang kemudian mengendap dan mengeras sperti kristal atau batu seiring berjalannya waktu. Untuk menjaga ginjal tetap sehat, maka Anda harus menghindari tubuh membentuk batu ginjal yang bisa merusak kesehatan ginja;. Tanpa Anda sadari ada beberapa makanan enak yang sering Anda konsumsi sehari-hari justru memicu pembentukan batu ginjal. Makanan apa sajakah itu? Berikut 6 makanan enak pemicu batu ginjal: 1.      Daging merah Daging merah memang merupakan salah satu makanan enak yang mengundang selera, apalagi bila dimasak oleh orang yang mumpuni. Padahal daging merah merupakan makanan yang memicu timbulnya batu ginjal, daging merah juga dapat menyebabkan tekananan darah tinggi, stroke hingga serangan  jantung. Terlalu banyak konsumsi daging merah menyebabkan peningkatan asam urat yang akan memicu terbentuknya batu ginjal. 2.      Garam Garam memang bumbu masakan yang akan membuat masakan menjadi lebih nikmat. Hampir semua masakan enak mengandung garam tinggi. Namun meski rasanya yang enak dapat berakibat buruk pada ginjal kita. Garam mengandung sodium yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan yang pastinya penyakit ginjal. 3.      Alkohol Alkohol memang berefek buruk pada kesehatan. Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menjadi pemicu timbulnya batu ginjal dan dapat merusak hati. Selain itu dapat menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, stroke hingga serangan jantung. 4.      Sarden Terlalu banyaknya mengonsumsi sarden kemasan akan mengakibatkan timbulnya penyakit batu ginjal. Karena kandungan purin yang sangat tinggi atau zat aroma buatan tinggi memicu kadar asam urat tinggi dan akhirnya membentuk batu ginjal. 5.      Kafein Minum kopi di pagi hari memang nikmat rasanya. Namun sekarang Anda harus waspada karena tenyata kafein dapat menyebabkan munculnya batu ginjal. Kafein yang terdapat pada kopi mampu meningkatkan sekresi kalsium dalam urin yang membuka kesempatan terbentuknya batu ginjal. Selain itu kafein juga merangsang tubuh untuk mengeluarkan urin sehingga menyebabkan terjadinya dehidrasi dan memperbesar kemungkinan terbentuknya batu ginjal, 6.      Minuman bersoda Minuman yang satu ini memang enak diminum, terutama saat siang hari, panas dan sedang lelah. Namun minuman bersoda biasanya mengandung asam fosfat pembentuk batu ginjal, sehingga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis Makanan dan minuman yang disebutkan memang enak, namun bila nantinya merusak tubuh Anda untuk apa? Jadi kurangi makanan dan minuman pemicu batu ginjal. Terapkan hidup sehat mulai sekarang Baca juga: 4 Rahasia Memperoleh Pernikahan yang Menakjubkan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
Kita jarang mengasosiasikan batu ginjal dengan suhu dan kelembaban. Padahal kasus batu ginjal meningkat 40% saat musim panas dimana temperatur meningkat. Iklim, temperatur dan kelembaban ternyata dapat berkontribusi terjadinya batu ginjal. Mereka yang bekerja dalam lingkungan yang panas atau memiliki rutinitas pekerjaan yang membuat mereka tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan cenderung akan mengalami batu ginjal. Terutama saat suhu lingkungan naik 5-7 derajat celcius makan resiko terkena batu ginjal akan meningkat sebanyak 30%.  Saat seseorang pindah dari daerah bersuhu sedan ke daerah yang lebih hangat, maka akan mempercepat pembentukan batuginjal. Kasus batu ginjal memang tercatat lebih banyak terjadi di daerah yang kering dan panas. Batu ginjal sering disebabkan oleh dehidrasi, dimana hal ini sering terjadi saat temperatur meningkat. Dehidrasi terjadi ketika air didalam tubuh keluar lewat keringat dan lainnya dan tidak dapat mencukupkan kebutuhan cairan tubuh kembali. Kehilangan air didalam tubuh sering ditandai dengan peningkatan konsentrasi urine. Berikut adalah tips untuk mengcegah batu ginjal:1.  Minum banyak air baik siang atau malam hari sebelum Anda pergi tidur sehingga tubuh Anda tetap terhidrasi 24 jam sehari2.  Minum lemonade karena terbukti dapat mengurangi resiko terjadinya batu ginjal3.  Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung oksalat, yaitu jenis asam yang dapat membentuk batu ginjal. Makanan dan minuman yang mengandung oksalat adalah soda, coklat, strawberry dan kacang.4.  Mengurangi konsumsi kafein5.  Mengurangi konsumsi garam dan jadikan kebiasaan sehari-hari6.  Tanyakan kepada dokter Anda obat yang dapat mencegah terjadinya batu ginjal jika memang Anda beresiko tinggi terkena batu ginjal.7.  Periksa kembali intake protein hewani termasuk daging, telur dan ikan. Makanan tersebut mengandung purin yang dapat memecah asam urat8.  Banyak makan salad9.  Olahraga dan menurunkan berat badan Sumber: healthmeup
Penyakit batu ginjal terkadang tidak memberikan gejala sampai ditandai dengan adanya sumbatan aliran urin. Saat hal tersebut terjadi, gejala yang muncul bisa terdiri dari:•  Gelombang rasa nyeri yang tajam di bagian punggung, pinggang atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat menjalar sampai ke pangkal paha dan testis pada laki-laki.•  Tidak dapat menemukan posisi yang nyaman. Penderita batu ginjal sering berjalan mondar-mandir karena gelisah dan merasa tidak nyaman.•  Mual dan muntah ketika nyeri punggung berlangsung•  Darah di urin•  Sering merasa tiba-tiba ingin buang air kecil segera Terkadang munculnya batu ginjal sering disertai dengan infeksi dan dapat menimbulkan gejala tambahan seperti:•  Demam dan menggigil•  Nyeri saat berkemih•  Urin yang berwarna keputihan dan berbau busuk Bagaimana penyakit batu ginjal didiagnosa?Karena gejala dari batu ginjal dapat menjadi tanda penyakit saluran kemih yang lain, dokter Anda dapat menegakkan diagnosa batu ginjal dengan melakukan pemeriksaan darah dan urin. Pemeriksaan pencitraan juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa batu ginjal, misalnya:•  CT scan•  Intravenous pyelogram (IVP)•  USG•  X-ray Hubungi dokter Anda jika Anda:•  Mencurigai jika Anda mengalami batu ginjal•  Merasakan gelombang rasa nyeri yang tajam di bagian punggung, pinggang, perut atau pangkal paha•  Merasakan kesulitan atau nyeri saat berkemih•  Melihat ada darah di urinSumber: webmd