Your browser does not support JavaScript!
Alzheimer merupakan bentuk umum dari demensia, ditandai dengan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, perilaku, mengambil keputusan, kepribadian dan bahasa. Gejala dini alzheimer bisa mempengaruhi orang yang berusia dibawah 60 tahun, sementara gejala lambat dari alzheimer dapat menyerang mereka yang berusia diatas 60 tahun. Menegakkan diagnosa dari alzheimer bisa menjadi tantangan tersendiri untuk dokter untuk mengenali gejala pasti dari alzheimer. Berikut adalah gejala khas dari alzheimer. Penurunan daya ingat Penurunan daya ingat adalah salah satu gejala yang paling khas dari alzheimer. Penderita alzheimer bisa dengan mudah lupa dengan informasi yang baru saja didapat, atau sering kesulitan mengingat nama seseorang. Masalah ini dapat dikenali dengan menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang, misalnya saja kapan tanggal ulang tahunnya. Penurunan daya ingat memang berkaitan dengan penuaan, tetapi pada alzheimer gejala penurunan daya ingat menjadi semakin parah. Salah meletakkan barang Salah satu gejala khas lain dari alzheimer adalah mudah lupa dimana mereka meletakkan barang. Lupa disini bukan seperti Anda lupa meletakkan kunci, karena ini bisa saja terjadi pada setiap orang. lupa disini lebih kepada meletakkan barang di tempat-tempat yang aneh, misalnya saja meletakkan kunci di blender. Gejala ini paling mudah dikenali pada orang-orang yang rapi dan teratur Kesulitan berkonsentrasi dan merencanakan sesuatu Alzheimer juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam merencanakan sesuatu atau untuk mengikuti suatu rencana, misalnya memasak dengan mengikuti resep masakan atau mengikuti segala sesuatu yang melibatkan arahan atau perencanaan. Hal ini menyebabkan penderita alzheimer terlihat seperti lambat atau tidak patuh terhadap aturan. Kesalahan-kesalahan kecil memang pada umumnya sering terjadi pada orang yang muali menua, tetapi alzheimer akan membuat kondisi semakin memburuk. Tersesat Karena alzheimer mempengaruhi daya ingat seseorang, maka penderita alzheimer sering merasa disorientasi atau tersesat di tempat yang seharusnya mereka kenali. Semua orang bisa saja tersesat jika berada di suatu tempat yang baru, tetapi pada penderita alzheimer, mereka sering tersesat di tempat yang mereka sering datangi, misalnya saja tersesat dari perjalanan pulang menuju rumah dari pasar.  Kesulitan dengan waktu dan tempat Pada stadium awal alzheimer, penderita alzheimer sering lupa bagaimana cara mereka bisa sampai di suatu tempat dan bisa mencakup soal waktu juga. Seorang penderita alzheimer bisa lupa saat ini sedang musim apa dan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan musim. Misalnya saja memakai jas hujan saat musim kemarau. Masalah bahasa Setiap orang bisa merasa kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk sesuatu yang mereka pikirkan. Tetapi pada penderita alzheimer mereka mengalami lebih dari sekedar kesulitan untuk menemukan kata dan sering memulainya dengan ekspresi yang aneh. Penderita alzheimer juga sering merasa kesulitan saat terlibat dalam pembicaraan, misalnya sering terhenti di tengah-tengah kalimat dan tidak dapat memulai pembicaraan kembali. Gejala berat dari alzheimer Alzheimer jika dibiarkan akan semakin parah, begitu juga dengan gejala-gejala yang muncul. Gejala berat dari alzheimer mencakup: Kesulitan mengenali orang-orang terdekat Melupakan detail dalam kehidupannya Menjauhkan diri dari kehidupan sosial Kesulitan dalam menilai sesuatu Delusi atau halusinasi Berbicara dengan bahasa yang sulit dimengerti Sumber: healthline
Alzheimer merupakan kelainan progresif yang menyebabkan sel-sel otak menyusut dan mati. Penyakit ini menjadi penyebab umum demensia, yang membuat penderitanya mengalami penurunan dalam keterampilan berpikir, perilaku dan sosial. Secara umum, terdapat 3 stadium dalam penyakit Alzheimer yaitu stadium ringan, sedang dan berat. Salah satu gejala awal yang paling sering terjadi adalah kesulitan mengingat sesuatu yang baru saja Anda pelajari. Pada stadium awal, Anda juga mungkin merasa agak kesulitan untuk membuat keputusan, dan menemukan arah ke suatu tempat baru. Gejala awal ini mungkin belum disadari oleh Anda maupun orang-orang di sekitar Anda. Berikut ini beberapa gejala Alzheimer stadium dini lainnya yaitu: •  Anda lupa meletakkan berbagai barang Anda seperti kunci rumah, dompet, dan sebagainya •  Anda sering tersesat •  Anda kesulitan melakukan berbagai hal rumit seperti membayar tagihan Anda atau merencanakan sesuatu •  Anda terkadang sulit menemukan kata-kata yang tepat •  Mood berubah-ubah •  Menarik diri dari lingkungan Dan berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memudahkan aktivitas ketika Anda mengalami gejala Alzheimer: •  Tulislah berbagai hal yang ingin Anda lakukan •  Buatlah daftar barang yang terdapat di dalam kardus atau lemari Anda sehingga Anda tahu apa yang terdapat di dalamnya •  Mintalah pasangan atau anggota keluarga untuk mengingatkan Anda saat waktu makan dan waktu minum obat, dan pastikan Anda tidak pergi sendirian •  Berolahraga secara teratur, batasi konsumsi alkohol, dan tetap aktif. Lakukanlah berbagai hal yang Anda sukai.
Alzheimer merupakan suatu keadaan di mana terjadi kemunduruan mental secara progresif akibat degenerasi sel-sel otak yang biasanya mengenai orang lanjut usia atau paruh baya. Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Berbagai pengobatan Alzheimer yang ada sekarang ini hanya dapat memperlambat perkembangan atau progresifitas penyakit. Sebuah penelitian terhadap vitamin E yang dilakukan pada tahun 2005 menemukan bahwa mengkonsumsi vitamin E dosis tinggi dapat meningkatkan resiko kematian. Sementara itu, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa vitamin E tidak dapat mencegah terjadi penyakit jantung atau kanker. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa vitamin E tidak dapat memperbaiki kemampuan berpikir pada orang yang tidak mengalami gangguan daya ingat dan juga tidak dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer pada orang yang mengalami gangguan kognitif ringan. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa penderita Alzheimer ringan hingga sedang yang mengkonsumsi vitamin E dosis tinggi mengalami perlambatan penurunan fungsi (perlambatan perkembangan penyakit). Perlambatan yang dimaksud di sini adalah bahwa perkembangan penyakit yang seharusnya terjadi dalam 6 bulan, dapat diperlambat hingga 2 tahun. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi vitamin E dapat melakukan berbagai hal seperti memakai baju sendiri sehingga mengurangi ketergantungannya pada orang lain. Penelitian ini juga menemukan bahwa penderita alzheimer yang mengkonsumsi vitamin E memiliki perkembangan yang lebih baik daripada penderita yang mengkonsumi plasebo. Karena sedikitnya peserta dalam penelitian ini (613 orang), maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada lebih banyak orang untuk membuktikan manfaat vitamin E terhadap penyakit Alzheimer ini. Selain itu, para peneliti juga masih tidak mengetahui mengapa vitamin E dapat memperlambat progresifitas penyakit Alzheimer stadium awal, tetapi tidak pada stadium lanjut. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat vitamin E ini. Para peneliti juga menekankan agar para penderita Alzheimer tidak mengkonsumsi vitamin E dosis tinggi tanpa izin atau pengawasan dari dokter anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: npr
Penyakit Alzheimer biasanya diawali dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat sesuatu, yang dimulai dari sering lupa hingga melupakan berbagai kejadian yang baru terjadi atau berbagai nama benda-benda di sekitar anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, anda pun dapat mengalami berbagai gangguan mental, emosional, dan fisik.   Gelisah dan Perilaku Agresif Penderita Alzheimer seringkali merasa cemas dan bingung. Saat perasaan ini muncul, maka penderita menjadi gelisah, tidak dapat duduk diam, berteriak, melempar barang, atau bahkan memukul orang di sekitarnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu orang yang anda kasihi merasa lebih tenang, yaitu: Ciptakan suasana tenang, suara bising atau suara televisi dapat membuat penderita Alzheimer merasa terganggu dan bingung. Matikanlah televisi atau penyebab suara bising lainnya Perubahan pada lingkungan atau rutinitas, seperti berpergian ke suatu tempat atau datangnya orang tak dikenal di rumah  dapat membuat penderita merasa gelisah. Buatlah suatu rutinitas yang telah dikenal oleh penderita untuk menghindari komplikasi ini Rasa nyeri, lelah, atau bahkan keinginan untuk buang air kecil atau besar juga dapat membuat penderita mengamuk. Pastikan penderita merasa nyaman untuk menghindari terjadinya hal ini Hindarilah pertengkaran dengan penderita Alzheimer. Hal ini justru dapat membuat penderita semakin gelisah dan marah   Gangguan Pencernaan dan Saluran Kemih Penderita Alzheimer cenderung memiliki gangguan pengendalian buang air kecil dan besar. Hal ini terutama tampak saat penyakit telah berkembang menjadi semakin berat. Untuk mencegahnya, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Bawalah penderita ke toilet setiap beberapa jam Perhatikanlah adanya tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar, seperti duduk dengan gelisah atau gerakan mencengkram baju Saat berpergian dengan penderita Alzheimer, pastikan agar anda mengetahui di mana letak toilet Hindari mengkonsumsi air terlalu banyak dekat dengan waktu tidur   Depresi Banyak penderita Alzheimer menjadi depresi, terutama setelah mereka mengetahui keadaan mereka. Pemberian obat anti depresi dapat membantu mengatasi depressi, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa depresi pada penderita, yaitu: Olahraga secara teratur Menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang lain Tetap aktif dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai   Jatuh Penderita Alzheimer seringkali kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Hal ini dapat berbahaya bagi penderita. Beberapa hal yang dapat mencegah cedera dan jatuhnya penderita adalah: Doronglah penderita untuk berolahraga secara teratur, terutama pada awal terdiagnosa. Olahraga dapat membantu penderita menjaga keseimbangannya dan menjaga kekuatan ototnya Pindahkanlah benda-benda yang menghalangi jalan penderita Pastikan penderita selalu berpegangan pada saat menaiki tangga Letakkanlah karet atau alas anti selip lainnya pada kamar mandi dan lantai yang licin Nyalakanlah lampu di malam hari Tempelkanlah suatu penanda, seperti sticker yang mudah dilihat oleh penderita pada jendela dan pintu untuk memudahkan penderita mengetahui adanya jendela atau pintu   Infeksi Banyak penderita Alzheimer meninggal akibat adanya gangguan atau penyakit lainnya, seperti infeksi kandung kemih, flu, dan pneumonia. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi di atas adalah: Tanyakan pada dokter anda mengenai pemberian vaksinasi flu dan pneumonia pada penderita Jus buah cranberri atau suplemen yang mengandung ekstrak cranberry dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih Perhatikan adanya perubahan gejala atau perilaku penderita atau adanya demam. Hal ini dapat merupakan penanda adanya suatu infeksi   Gangguan Tidur Penderita Alzheimer biasanya merasa mengantuk pada siang hari, tetapi mengalami kesulitan tidur di malam hari. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengatasi gangguan tidur tersebut, yaitu: Pastikan penderita untuk tidur, bangun, dan makan pada waktu yang sama setiap harinya Hindari tidur siang karena hal ini dapat membuat penderita mengalami kesulitan tidur di malam hari Ajaklah penderita untuk beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dapat membuat tidur penderita lebih baik di malam hari Hindari mengkonsumsi kafein, alkohol, dan rokok Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan yang mungkin dapat menyebabkan gangguan tidur pada penderita   Berpergian Tanpa Tujuan Penderita Alzheimer seringkali merasakan keinginan untuk berpergian ke suatu tempat. Untuk mencegah hal ini, anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini, yaitu: Buatlah pintu lebih sulit dibuka Pasanglah suatu alarm pada pintu rumah anda, sehingga alarm ini akan berbunyi setiap kali pintu terbuka Sembunyikanlah kunci kendaraan anda dari jangkauan penderita Pasanglah gelang yang bertuliskan nomor telepon dan alamat rumah anda untuk memudahkan penderita menemukan jalan pulang bila berpergian   Sumber: webmd
Para ahli masih tidak mengetahui suatu cara pasti untuk mencegah terjadinya penyakit Alzheimer. Walaupun diturunkan dalam keluarga, akan tetapi bila ada anggota keluarga anda yang terkena, belum tentu anda juga akan terkena. Bila anda memiliki resiko Alzheimer, dianjurkan agar anda melakukan pola hidup sehat seperti diet sehat dan seimbang serta berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan anda secara keseluruhan. Walaupun antioksidan seringkali dikatakan sebagai salah satu cara mencegah terjadinya penyakit Alzheimer, belum ada bukti kuat yang mendukung pernyataan ini. Berbagai antioksidan yang seringkali disebut sebagai salah satu cara mencegah terjadinya Alzheimer adalah:•  Vitamin E•  Beta karoten•  Flavonoid•  Vitamin C Mengkonsumsi diet rendah kolesterol, rendah lemak, tinggi asam lemak omega 3 dan ikan, banyak mengkonsumsi buah serta sayuran mungkin dapat membantu mencegah terjadinya demensia (pikun).Walaupun terdapat beberapa penelitian yang menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat membantu melindungi otak anda dari demensia, akan tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut, apakah manfaat ini melebihi dampak negatif alkohol pada kesehatan seseorang. Untuk mencegah terjadinya demensia, dianjurkan agar anda banyak melakukan kegiatan yang menstimulasi mental dan otak anda seperti membaca, bermain puzzle atau teka-teki, atau pergi ke museum. Selain itu, mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol darah anda juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit Alzheimer.Sumber: webmd
Alzheimer merupakan penyakit yang sering terjadi pada orang lanjut usia, walapun sekarang ini juga banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor resiko Alzheimer. Faktor resiko ini terbagi menjadi dua, yaitu yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.   Faktor Resiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi 1.      Usia Alzheimer lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, resikonya semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. 2.      Riwayat Keluarga Bila anda mempunyai keluarga yang menderita Alzheimer, maka anda mempunyai resiko yang lebih tinggi. 3.      Faktor Genetik Adanya gen APOE (apolipoprotein E) meningkatkan resiko terkena Alzheimer 3-8 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai gen ini. 4.      Jenis Kelamin Wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada pria.   Faktor Resiko yang Dapat Dimodifikasi 1.      Gangguan Pembuluh Darah Berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis dapat meningkatkan resiko Alzheimer. Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya stroke yang merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya demensia. 2.      Riwayat Cedera Kepala Cedera kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. 3.      Gangguan Tidur Berbagai penyakit dan hal yang menyebabkan gangguan tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer, misalnya sindrom tidur apnea. 4.      Faktor Hormonal Terapi sulih hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer.
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa konsumsi kacang walnut dapat membantu melawan demensia. Para peneliti menemukan bahwa kacang walnut dapat membantu mengurangi resiko, memperlambat terjadinya, memperlambat perjalanan penyakit, dan bahkan mencegah terjadinya penyakit Alzheimer. Penelitian yang dilakukan di Amerika ini menemukan bahwa tikus percobaan yang diberi makanan yang mengandung banyak walnut mengalami peningkatan kemampuan belajar, daya ingat, dan perkembangan motorik yang cukup signifikan. Selain itu, konsumsi walnut juga dapat membantu mengurangi rasa cemas pada tikus percobaan. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan oleh banyaknya antioksidan yang terdapat di dalam kacang walnut, yang dapat membantu melindungi otak dari proses degenerasi yang banyak ditemukan pada penderita Alzheimer. Para peneliti menyatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah efek kacang walnut ini juga dapat terjadi pada manusia. Akan tetapi, hasil penelitian ini pun telah menambahkan hasil penelitian lainnya mengenai manfaat walnut bagi perbaikan fungsi kognitif manusia.     Sumber: newsmaxhealt
Alzheimer merupakan penyakit neurogeneratif yang menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif dengan tanda-tanda seperti penurunan daya ingat jangka pendek, mood yang berubah-ubah, kebingungan dan lain sebagainya. Alzheimer sering diasosiasikan dengan usia tua dan memang biasanya menyerang orang-orang berusia 65 tahun keatas. Tetapi ada beberapa kasus langka alzheimer juga dapat menyerang orang lebih muda. Walaupun saat ini sudah ada pengobatan untuk mengobati alzheimer, tetapi belum ada pengobatan yang diketahui dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit ini. Pencegahan merupakan hal yang terbaik jika membicarakan alzheimer.   Berikut adalah beberapa tips kesehatan untuk mencegah penyakit alzheimer: 1.  Melakukan aktivitas yang menstimulasi otakSebuah penelitian menunjukkan hubungan erat antara menjaga otak tetap aktif dengan menurunkan resiko terjadinya alzheimer. Aktivitas menstimulasi ota seperti bermain sudoku, puzzle, video games, teka-teki silang dan lain sebagainya dapat menjaga otak Anda tetap tajam dan aktif 2.  Berolahraga secara teraturThe Alzheimer’s Research & Prevention Foundation mengatakan olahraga dengan teratur dapat mengurangi perkembangan alzheimer sampai 50%. Olahraga dapat merangsang fungsi kognitif. Jika Anda tidak berlatih, ini adalah saatnya untuk memulai berlatih 30 menit perhari. 3.  Mengkonsumsi makanan kaya antioksidanAntioksidan merupakan nutrisi penting untuk mencegah terjadinya penyakit alzheimer. Nutrisi antioksidan seperti vitamin C,E dan beta karoten diketahui dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit. Makanan seperti susu, kacang, kuning telur, bayam merupakan makanan yang banyak mengandung antioksidan. 4.  Meditasi Meditasi juga dapat melawan penyakit alzheimer. Meditasi juga dapat memperbaiki aliran darah, termasuk aliran darah ke otak. Terpisah dari itu, meditasi juga dapat memperbaiki fungsi kognitif dan membantu mengatasi stress dan kecemasan. 5.  Tidur cukupSebuah studi mengatakan bahwa tidur yang cukup dapat menyehatkan otak. Perbaiki kebiasaan tidur Anda untuk mencegah penyakit Alzheimer dan juga kesehatan Anda secara keseluruhan.   Sumber: healthmeup
Sebuah penelitian menemukan bahwa obat anti depresi yang banyak digunakan saat ini dapat menghambat pembentukan salah satu hal yang diduga merupakan penyebab terjadinya penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer dicirikan dengan adanya plak yang melekat pada sel-sel otak yang telah mulai terbentuk 10-15 tahun sebelum gejala pertama Alzheimer muncul. Plak ini tersusun dari suatu protein, yaitu beta amiloid. Pada penelitian ini, para peneliti sedang memeriksa apakah mungkin untuk menghambat pembentukan plak dengan cara mengubah proses pembentukan amiloid di dalam tubuh. Pada penelitian ini, para penelitian melakukan pemeriksaan melalui 2 tahap. Pada tahap pertama, para peneliti memberikan citalopram (salah satu jenis obat anti depresan) pada tikus yang sudah tua, yang juga mengalami kerusakan otak seperti halnya penderita Alzheimer. Walaupun plak pada hewan percobaan yang diamati tidak menghilang, akan tetapi plak ini tidak lagi bertambah banyak atau hanya mengalami sedikit pembentukan plak bila dibandingkan dengan tikus lain yang hanya diberikan air gula. Pada tahap kedua, para peneliti memberikan dosis tunggal citalopram atau plasebo pada 23 orang dewasa muda sehat, yang tidak menderita depresi atau cukup tua untuk memiliki plak pada otak. Melalui pemeriksaan cairan medulla spinalis para peserta penelitian satu setengah hari setelah pemberian citalopram, para peneliti menemukan bahwa produksi amiloid mereka mengalami penurunan hingga 37%. Citalopram merupakan obat anti depresi golongan SSRI yang dapat mengatasi gangguan depresi dengan cara mempengaruhi kadar serotonin di dalam otak. Seperti halnya obat-obatan, citalopram juga memiliki efek samping, terutama bila digunakan dalam dosis tinggi, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah obat anti depresi dapat benar-benar membantu mencegah pembentukan plak baru di dalam otak, serta apakah obat ini dapat digunakan dalam jangka waktu lama untuk menurunkan produksi amiloid atau apakah tubuh akan mengalami reaksi toleransi obat. Sumber: newsmaxhealth
Para ahli telah lama menduga bahwa cedera atau trauma pada kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer di kemudian hari, akan tetapi belum ditemukan bukti kuat yang dapat mendukung dugaan ini. Para peneliti di Amerika menemukan bahwa orang-orang dengan riwayat gegar otak ternyata lebih sering mengalami pembentukan plak di dalam otak (salah satu faktor resiko terjadinya Alzheimer) dan juga lebih sering mengalami gangguan daya ingat. Akan tetapi, pada penelitian tersebut juga ditemukan orang dengan riwayat gegar otak yang tidak mengalami pembentukan plak amiloid di dalam otaknya maupun gangguan daya ingat. Dengan perbedaan penemuan pada penderita gegar otak di atas, saat ini para peneliti sedang berusaha untuk menemukan mengapa beberapa orang lebih rentan terhadap pembentukan plak sementara yang lainnya tidak. Para peneliti masih tidak mengetahui mengapa gegar otak dapat menyebabkan terjadinya gangguan daya ingat di kemudian hari atau apakah gegar otak benar-benar dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam otak. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada 589 orang yang berusia antara 70-80 tahun, di mana sekitar seperempatnya mengalami gangguan kognitif ringan, gangguan berpikir, dan gangguan daya ingat. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 20% peserta memiliki riwayat gegar otak yang cukup parah, yaitu yang membuat mereka kehilangan kesadaran atau kehilangan ingatan sekitar 50 tahun lalu. Penelitian ini menunjukkan bahwa gegar otak memang dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer walaupun tidak pada semua orang, namun belum ditemukan apa yang menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap Alzheimer daripada orang lainnya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan penyebab ini.Sumber: npr