Your browser does not support JavaScript!
Wanita Hamil Tanpa Vaksin Memiliki Risiko Tinggi Alami Komplikasi
Wanita Hamil Tanpa Vaksin Memiliki Risiko Tinggi Alami Komplikasi

Sebuah penelitian di Skotlandia menemukan keterkaitan antara wanita hamil dengan vaksin Covid-19. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 13 Januari 2022 itu terbukti bahwa wanita hamil yang belum menerima vaksin Covid-19 berisiko mengalami komplikasi hingga keguguran. 

Penelitian berjudul SARS-CoV-2 infection and COVID-19 vaccination rates in pregnant women in Scotland ini menemukan bahwa risiko kehilangan bayi pada saat melahirkan ataupun saat usia bayi menginjak satu bulan menjadi kasus yang tertinggi di antara wanita yang melahirkan bayi mereka pada 4 pekan pertama di awal munculnya Covid. 

Lebih dari 16% wanita hamil yang terpapar virus Covid menjalani persalinan sebelum minggu ke 37. Melansir laman Scary Mommy, melahirkan bayi dengan kondisi prematur memiliki risiko yang cukup banyak, mulai dari masalah pernapasan, masalah jantung, rendahnya suhu tubuh, dan lain sebagainya. 

Terlepas dari kemungkinan adanya komplikasi serta penyakit yang fatal pada bayi mereka, banyak wanita hamil yang masih menolak untuk mendapatkan vaksin Covid. Salah satu penyebab mereka menolak vaksin adalah anggapan akan vaksin yang bersifat baru dan efek sampingnya yang tak diketahui. 

Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan vaksin untuk wanita yang hamil, menyusui, tengah mencoba untuk hamil, atau hendak hamil di masa depan. CDC pun menekankan bahwa tidak ada bukti yang mengatakan bila vaksin menyebabkan ketidaksuburan pada pria dan wanita.

Melansir dari Yale Medicine, ditemukan hasil dari studi yang melibatkan 46,000 wanita hamil bahwa vaksin covid-19 tidak meningkatkan risiko terjadinya persalinan dini (prematur) atau melahirkan bayi dengan tubuh yang lebih kecil dari dugaan – hingga peluang yang tinggi akan kematian janin atau kecacatan.

Heather Lipkind, MD spesialis ob-gyn dan high-risk pregnancy pun menekankan bahwa vaksin menjadi kunci untuk para wanita hamil di masa pandemi. "Namun, saat ini, dengan meningkatnya angka kasus Omicron, perlindungan yang diberikan oleh vaksin menjadi sangat penting. Omicron sangat mudah menular, sehingga wanita hamil akan sulit untuk menjaga diri dari sakit covid," jelas dr. Lipkind.

 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

 
Digital Dokterid
Feb 07  -  2 min read