Your browser does not support JavaScript!
Viral! Wanita Kena Kalazion Gegara Malas Bersihkan Makeup
Viral! Wanita Kena Kalazion Gegara Malas Bersihkan Makeup

TikTok menjadi salah satu platform media sosial yang mudah membuat seseorang menjadi terkenal atau viral, seperti seorang wanita asal Depok satu ini. Isma Jeslyn baru-baru ini viral di TikTok lantaran kontennya mengenai masalah pada mata yang dialaminya.

Dalam konten tersebut, wanita berusia 24 tahun itu membagikan pengalamannya tentang penyakit pada mata yang diidapnya. Layaknya bintitan, nyatanya Ismi mengidap Kalazion dan membuatnya mendapatkan sayatan pisau bedah pada kelopak matanya.

Melansir laman Cleveland Clinic, Kalazion adalah benjolan merah pada kelopak mata. Kadang-kadang disebut kista kelopak mata atau kista meibom. Perlahan-lahan terbentuk ketika kelenjar minyak (disebut meibom) tersumbat.

Pada awalnya, kalazion mungkin terasa sakit, tetapi setelah beberapa saat, biasanya tidak terasa sakit. Kalazion biasanya terbentuk di kelopak mata atas, namun juga dapat terbentuk di kelopak mata bawah.

Berbeda dengan bintitan, sebagaimana dilansir dari Verywell Health, bintitan berkembang di titik munculnya bulu mata ataupun di bawah kelopak mata. Infeksi bakteri biasanya menyebabkan bintitan.

Dalam kasus yang dialami oleh wanita asal Depok ini, ia mengakui bahwa dirinya tidak terlalu bersih dalam menjaga kesehatan area mata. Bekas makeup menjadi salah satu penyebab dari munculnya Kalzion di kelopak mata Ismi.

"Jadi awal mulanya karena bisa jadi karena debu dan kurangnya membersihkan sisa makeup di area kelpak mata, seperti pemakaian mascara dan eyeshadow yang kurang bersih pada saat dibersihkan di area mata," jelas Ismi dikutip dari Detik.

Kalazion diketahui sebagai penyakit yang tingkat keparahannya rendah dan dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, Ismi tak tahan dengan benjolan di kelopak matanya yang dianggap menganggu penampilan sehingga memutuskan untuk mengambil tindakan medis guna menghilangkannya dengan sekejap.

Digital Dokterid
Jun 20  -  2 min read