Your browser does not support JavaScript!
Varian ‘deltacron’ Muncul, Covid-19 Kapan Selesai?
Varian ‘Deltacron’ Muncul, Covid-19 Kapan Selesai?

Baru-baru ini, ilmuwan melaporkan bahwa ditemukan adanya campuran varian covid-19 yang disebut sebagai ‘Deltacron’. Dikutip dari New York Times, varian baru yang merupakan kombinasi dari varian  Omicron dan Delta dikabarkan telah tersebar di beberapa kota di Eropa.

"Rekombinan ini muncul ketika lebih dari satu varian menginfeksi dan bereplikasi pada orang yang sama, dalam sel yang sama," kata Prof Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick dikutip dari The Guardian. "Deltacron adalah produk dari varian Delta dan Omicron yang beredar di populasi yang sama."

Dikutip dari Reuters, Deltacron telah teridentifikasi pada setidaknya 17 pasien di Amerika Serikat dan sekitar 30 kasus yang terdeteksi di Inggris berdasarkan data dari UK Health Security Agency. Karena hanya ada sedikit kasus yang dikonfirmasi, terlalu dini untuk mengetahui apakah infeksi Deltacron akan sangat menular atau menyebabkan penyakit parah, kata Philippe Colson dari IHU Mediterranee Infection di Marseille, Prancis.

Di Indonesia, belum terdapat laporan kasus Deltacron yang tercatat. "Kalau dari data yang ada sampai saat ini belum dilaporkan," tutur dr nadia dikutip dari Detik. "Ini akan menjadi kewaspadaan karena kita tahu varian baru memang akan berpotensi untuk terjadinya peningkatan kasus," tambahnya.

Para ahli dengan cepat menekankan bahwa varian rekombinan bukanlah hal yang tidak biasa, dan bahwa Deltacron bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir terjadi untuk covid.

"Ini terjadi setiap kali kita berada dalam periode peralihan dari satu varian dominan ke varian lain, dan biasanya merupakan keingintahuan ilmiah namun tidak lebih dari itu," kata Dr Jeffrey Barrett, yang sebelumnya memimpin inisiatif genomik covid-19 di Wellcome Trust Sanger Institute.

Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mentweet pada hari Selasa: "Kami telah mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan berbagai varian #SarsCoV2 yang beredar. Perlu menunggu eksperimen untuk mengetahui sifat-sifat virus ini. Pentingnya pengurutan, analitik, dan berbagi data secara cepat saat kita menghadapi pandemi ini."

 Konsultasikan masalah kesehatan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang! 

 

 

Digital Dokterid
Mar 14  -  2 min read