Your browser does not support JavaScript!
Ukuran Penis Mengecil Jadi Dampak Dari Covid-19
Ukuran Penis Mengecil Jadi Dampak dari Covid-19

Pandemi covid-19 masih terus berlangsung hingga kini, dan efek samping jangka panjang pun masih terus dipelajari. Sebuah penelitian dari Journal of Endocrinological Investigation menemukan efek samping dari virus covid-19 terhadap kesehatan seksual pria.

Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa adanya kemungkinan disfungsi ereksi sebagai efek samping penyintas covid-19. Dalam penelitian lain dari Northwestern Medicine, infeksi covid-19 memiliki kemampuan untuk menjangkau saluran kelamin pria yang menyebabkan masalah pada penis, testis, dan prostat.

Selain itu, infeksi virus corona juga menyebabkan nyeri testis, disfungsi ereksi, penurunan jumlah sperma dan penurunan kesuburan pada sejumlah subjek. Northwestern memperingati bahwa jutaan pria mungkin dapat mengalami efek samping tersebut dan menganjurkan pria penyintan covid untuk melakukan evaluasi terhadap kesehatan seksual mereka.

Hal ini terbukti dengan adanya sebuah pengakuan dari seorang pria berusia 30 tahun. Dalam sebuah podcast "How To Do It" pria tersebut mengungkapkan sejumlah masalah pada penisnya seusai sembuh dari covid. "Ukuran penis saya menyusut sekitar 1,5 inci (sekitar 3,8cm)," tutur pria tersebut.

Nyatanya, pria tersebut bukanlah satu-satunya yang mengalami masalah tersebut. Melansir dari Detik, 28 persen pria yang tertular covid-19 dikabarkan mengalami disfungsi ereksi dalam penelitian di Italia.

Sebelumnya, masih menjadi keraguan terhadap masalah kesuburan disebabkan oleh demam dan peradangan yang merupakan gejala dari covid. Meski demikian, penelitian oleh Northwestern menggunakan PET scan (prosedur yang mendeteksi gangguan organ tubuh) dan menunjukkan bahwa efek samping tersebut merupakan hasil langsung dari virus covid itu sendiri.

"Hasilnya menunjukkan bahwa nyeri pada testis, disfungsi ereksi, hipogonadisme, penurunan jumlah dan kualitas sperma, dan penurunan kesuburan yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2 adalah akibat langsung dari infeksi sel-sel saluran reproduksi pria dan bukan proses tidak langsung seperti demam dan peradangan," kata ketua peneliti Thomas Hope, profesor sel dan perkembangan biologi di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg.

Northwestern mengatakan bahwa penemuan ini artinya jutaan pria harus memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek kesuburan serta kesehatan seksual mereka untuk untuk menentukan apakah terapi tambahan dapat mencegah atau mengurangi masalah di masa depan.

"Potensi dampak dari infeksi SARS-CoV-2 pada kesehatan seksual dan reproduksi harus menjadi bagian dari keputusan tiap orang untuk mendapatkan vaksin untuk meminimalisir kemungkinan kematian, penyakit parah dan rawat inap, dan infeksi pada prostat, penis, testis dan pembuluh darah (persediaan darah) dari testis," kata Hope.

Menurut penelitian oleh Journal of Endocrinological Investigation, terdapat tiga buah faktor yang dapat menyebabkan potensi timbulnya disfungsi ereksi pada pria penyintas coronavirus.

-          Efek vaskular (pembuluh darah)

Fungsi ereksi merupakan prediksi dari penyakit jantung, dengan begitu kita tahu bahwa sistem pembuluh darah berkaitan dengan sisten reproduksi. Kita juga tahu bahwa covid-19 dapat menyebabkan hiperinflamasi di seluruh tubuh, terutama di jantung dan otot di sekitarnya. Persediaan darah ke penis dapat tersumbat atau menyempit sebagai akibat dari kondisi pembuluh darah yang baru atau memburuk disebabkan oleh virus.

-          Dampak psikologis

Aktivitas seksual berhubungan dekat dengan kesehatan mental. Rasa stres, cemas, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat terhubung dengan disfungsi seksual dan mood yang buruk.

-          Penurunan kesehatan secara keseluruhan

Disfungsi ereksi merupakan gejala dari suatu masalah mendasar. Pria dengan kondisi kesehatan yang buruk berisiko tinggi dalam terkena disfungsi ereksi dan juga mengalami reaksi yang berat terhadap covid-19. Karena virus dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, kesehatan umum yang buruk menjadi perhatian baik untuk disfungsi ereksi maupun komplikasi lainnya.

Konsultasikan masalah kesehatan seksual kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang! 

 

Digital Dokterid
Mar 04  -  4 min read