Your browser does not support JavaScript!
Trik Untuk Ketahui Tahi Lalat Yang Berpotensi Jadi Kanker
Trik Untuk Ketahui Tahi Lalat yang Berpotensi Jadi Kanker

Tahi lalat merupakan hal yang wajar untuk ditemui di kulit tubuh seseorang. Umumnya, tahi lalat dapat muncul di bagian tubuh mana saja tanpa terkecuali. Tahi lalat sendiri memiliki sifat yang tidak menyakitkan bagi mereka yang memilikinya.

Tetapi beberapa tahi lalat bisa menjadi kanker dan ketika tahi lalat yang dimiliki selamanya tiba-tiba terlihat berbeda, perlukah kita khawatir?

"Perubahan tampilan tahi lalat menjadi perhatian," kata ahli bedah plastik Brian Gastman, MD.

Ada beberapa jenis kanker kulit yang berbeda. Tapi melanoma adalah jenis yang paling sering dikaitkan dengan tahi lalat.

Tahi lalat adalah sekelompok sel yang mengandung pigmen yang disebut melanosit. "Ketika melanosit menjadi kanker, itu disebut melanoma," jelas Dr. Gastman sebagimana dilansir dari Cleveland Clinic. 

"Melanoma bukanlah jenis kanker kulit yang paling umum, tetapi jenis yang paling mematikan," tambahnya. Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda tahi lalat yang berpotensi kanker.

Lantas bagaimana untuk mengetahui bahwa tahi lalat yang kita miliki berpotensi menjadi kanker?

Menurut Dr. Gastman, seseorang dapat menggunakan aturan ABCDE untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kanker pada tahi lalat.

  • A (Asimetris) yakni ketika tahi lalat tidak simetris dan separuhnya terlihat berbeda dari separuh lainnya.
  • B (Batasan) yakni ketika tahi lalat memiliki batas yang terlihat tidak memiliki tepi yang jelas atau tidak beraturan, bergigi, atau kabur.
  • C (Color/Warna) yakni ketika tahi lalat memiliki sejumlah warna yang berbeda, termasuk coklat, hitam, sawo matang, pink, merah hingga bahkan putih dan biru.
  • D (Diameter) yakni ketika tahi lalat berukuran lebih besar dari 6 milimeter.
  • E (Evolution/Evolusi) yakni ketika tahi lalat berkembang seperti berganti warna, ukuran, ataupun bentuk. "Jika tumbuh dengan cepat, berdarah atau berkerak, sakit atau gatal, itu semua adalah penyebab yang perlu dikhawatirkan," kata Dr. Gastman.

 

Digital Dokterid
May 10  -  2 min read