Your browser does not support JavaScript!
Tips Memilih Pompa Menyusui
Tips Memilih Pompa Menyusui

Menyusui merupakan cara terbaik untuk membangun suatu ikatan dengan bayi anda. Akan tetapi, akan ada saatnya anda tidak dapat menyusui bayi anda secara langsung, karena harus bekerja, jatuh sakit, atau anda sedang berpergian. Untuk itu, pompa susu pun diperlukan untuk membantu para ibu baru tetap dapat memberikan ASI pada bayinya.

 

Memilih Pompa Susu

Rental Grade atau Hospital Grade

Rental grade merupakan jenis pompa susu terbaik. Pompa ini merupakan jenis pompa yang paling mirip dengan cara bayi menghisap, oleh karena itu pompa ini merupakan pompa yang paling banyak memompa susu dari payudara anda.

Pompa Susu Listrik

Pompa jenis ini biasanya tersedia di toko perlengkapan bayi dan sangat anda perlukan bila anda ingin kembali bekerja dan tetap menyusui bayi anda.

Pompa Susu Bertenaga Batre

Pompa ini lebih kecil daripada pompa susu listrik. Pompa ini tidak dapat memompa susu dengan baik. Pompa jenis ini tidak sesuai bagi anda yang harus memompa ASI anda setiap hari karena harus bekerja. Akan tetapi, pompa ini sesuai bila anda hanya perlu menggunakannya sesekali.

Pompa Susu Manual

Pompa ini memiliki fungsi sebaik pompa susu listrik dalam memompa susu dari payudara anda. Perbedaannya hanya pada cara pompa ini bekerja. Anda harus memompa secara manual untuk memompa air susu anda keluar dari payudara anda.

 

Ukuran Pompa

Untuk memperoleh hasil terbaik, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memastikan bahwa ukuran pompa yang anda gunakan sesuai dengan ukuran payudara anda. Bila anda menggunakan pompa yang berukuran terlalu kecil, maka hal ini dapat menyebabkan timbulnya luka pada puting susu dan daerah sekitarnya.

Gunakanlah pompa yang berukuran satu angka lebih besar daripada pompa standar. Puting dan areola (daerah kehitaman di sekitar puting susu) anda harus dapat bergerak bebas di dalam pompa. Dengan demikian anda dapat memompa susu anda secara maksimal.

 

Apakah Kerja Pompa Anda Telah Maksimal?

Berapa banyak susu yang terkumpul dalam satu kali pompa sangat bervariasi. Untuk memaksimalkan jumlah susu yang keluar, terdapat beberapa langkah yang dapat anda lakukan, yaitu:

  • Peganglah payudara anda dengan jari-jari tangan anda berada di bagian bawah payudara dan ibu jari di bagian atas payudara
  • Angkat payudara anda dan temukanlah bagian yang terasa keras pada bagian atas payudara anda (kelenjar susu)
  • Tekanlah bagian keras tersebut dengan ibu jari dan tahanlah. ASI akan segera mengalir keluar bila anda menemukan kelenjar susu dengan tepat. Jika anda sedang menyusui, maka bayi anda akan terlihat menelan
  • Jika ASI berhenti mengalir, maka angkat ibu jari anda dan carilah kelenjar susu lainnya. Tekanlah dengan cukup kuat tetapi tidak sampai menimbulnya rasa nyeri

Anda tidak akan pernah mengeluarkan seluruh ASI yang terdapat di dalam payudara anda, karena bersamaan dengan keluarnya susu dari payudara anda, maka susu pun terus diproduksi. Pompalah susu anda setidaknya tiga kali sehari, yaitu di pagi, siang, dan malam hari.

 

Tips Menyimpan ASI

Pindahkanlah ASI yang telah terkumpul dalam kantong susu ke dalam botol susu anda. Tulislah tanggal kapan anda memompa susu tersebut sehingga anda dapat mengetahui hingga kapan susu tersebut dapat digunakan. ASI dapat bertahan lebih lama daripada susu formula, akan tetapi anda tetap harus menyimpannya di lemari pendingin.

Beberapa tips menyimpan ASI adalah:

  • Pada suhu ruangan (25°C), ASI dapat bertahan selama 6-8 jam
  • Pada tas pendingin, ASI dapat bertahan selama 24 jam
  • Pada lemari pendingin, ASI dapat bertahan hingga 5 hari
  • Pada freezer, ASI dapat bertahan hingga 2 minggu (pada kulkas 1 pintu) dan hingga 6 bulan (pada kulkas 2 pintu, dengan freezer terpisah)

Tempat terbaik untuk menyimpan ASI anda adalah di bagian belakang lemari pendingin, yang merupakan tempat paling dingin di lemari pendingin anda. Dengan demikian susu akan tetap segar lebih lama.

Jangan mencampur ASI yang baru saja dipompa dengan ASI yang telah didinginkan di dalam lemari pendingin atau mencampur sisa ASI dengan ASI baru untuk diberikan pada bayi anda. Untuk mencairkan ASI yang telah membeku, anda dapat merendam botol berisi ASI tersebut di air hangat. Jangan memanaskan ASI di dalam microwave karena dapat merusak berbagai nutrisi penting yang terdapat di dalam ASI dan menyebabkan terbentuknya daerah-daerah panas pada botol susu yang dapat melukai bayi anda.

 

Sumber: webmd

Editor Dokter.id
Aug 02  -  4 min read