Your browser does not support JavaScript!
‘tidur’ Dengan 2 Ribu Wanita, Dennis Rodman Patahkan Penis 3 Kali
‘Tidur’ dengan 2 Ribu Wanita, Dennis Rodman Patahkan Penis 3 Kali

Pebasket legendaris, Dennis Rodman mengungkapkan sebuah kebenaran terkait kehidupan seksnya. Saat masih menjadi pebasket NBA, Rodman dikenal sebagai sosok yang banyak membuat skandal dan kerap menjadi pusat perhatian publik.

Melansir laman Rollingout, Rodman menjadi salah satu selebriti yang tidak hanya menjadikan basket sebagai olahraga, namun ia juga menjadikan seks sebagai olahraga. Sebagaimana diketahui, dirinya akui telah bercinta dengan 2,000 wanita yang berbeda dan 500 di antaranya merupakan prostitut.

Bercinta dengan ribuan wanita nampaknya tak hanya memberikannya kesan yang baik, namun juga memberikan petaka baginya. Semasa hidupnya, ia akui sempat mematahkan penisnya sebanyak 3 kali.

Insiden itu terjadi saat mantan suami Carmen Electra itu bercinta dengan salah satu wanita yang tidak diketahui identitasnya saat berada di kapal. "Ia sangat suka seks. Dia mengatakan bahwa ingin mencoba hal baru, yakni aku berlari dan melompat ke arahnya dan itu membuat penisku patah," beber Rodman dikutip dari The Sun.

Wanita yang berinisiatif ide tersebut pun langsung ketakutan dan mengira bahwa ia telah membunuh Rodman lantaran darah berlumuran di tiap sudut. Kejadian itu merupakan kali pertamanya pria yang kini berusia 61 tahun mematahkan penisnya, namun itu bukan kali terakhirnya.

Kali kedua, Rodman meretakkan penisnya saat tengah berhubungan seks dengan seorang wanita yang rela naik pesawat demi melihat Rodman bertanding basket untuk klub Detroit melawan Rockets. Hal tersebut lagi-lagi menyebabkan berlumurannya darah di sekitar sudut ruangan.

Terakhir kali Rodman mematahkan penisnya tak lain adalah saat dirinya tengah bercinta, namun kali ini ia dilarikan ke rumah sakit. Ditangani oleh 8 dokter, Rodman akhirnya didiagnosis dengan penile contusion.

Apa itu penile contusion?

Penile contusion atau kondisi ketika penis patah.  Sebagaimana dilansir Mayo Clinic, fraktur penis berbeda dari fraktur lain di tubuh karena penis tidak memiliki tulang. Selama ereksi, penis membesar dengan darah yang mengisi dua silinder (corpora cavernosa). Jika penis yang membesar dibengkokkan secara tiba-tiba atau dengan paksa, trauma dapat merusak lapisan luar salah satu dari dua silinder (tunica albuginea). Hal ini dapat mengakibatkan patah tulang penis.

Trauma paling sering disebabkan oleh hubungan seksual, seperti ketika penis keluar dari vagina dan secara tidak sengaja terdorong ke panggul. Tapi patah penis juga bisa terjadi karena masturbasi agresif.

Fraktur penis pada umumnya akan membuahkan warna memar pada penis. Tanda dan gejala lainnya meliputi, nyeri penis langsung, suara letupan atau retak, kehilangan ereksi yang cepat, pembengkakan di batang penis, dan perubahan warna batang penis karena pendarahan di bawah kulit.

 

Digital Dokterid
Jun 08  -  3 min read