Your browser does not support JavaScript!
Suara Hati Seorang Istri Tentara
Suara Hati Seorang Istri Tentara

 

#TrueStory

Bagi Seorang Istri tentara, betapa berartinya keputusan ini. Seolah menjadi babak baru bangkitnya kesetaraan gender di Tanah Air. Ya, tes keperawanan tidak memiliki dasar ilmiah dan melanggar hak asasi manusia bagi perempuan.

Mungkin, bagi sebagian perempuan, ini adalah kali pertama mengetahui atau bahkan baru mendengar "Tes Keperawanan" bagi calon istri tentara. 

Namun, ada mereka (istri tentara), sebagian kaum perempuan yang terus berjuang agar diskriminasi terhadap kaum perempuan segera dihentikan. Salah satunya adalah melalui upaya penghapusan Tes Keperawanan!

Mari berkenalan dan lebih dekat dengan Ibu Uli Pandjaitan, seorang istri tentara, yang telah lantang menentang dan memperjuangkan haknya.

"Waktu itu saya mati matian mengatakan tidak. Lebih baik nggak menikah daripada hak saya sebagai perempuan diinjak-injak. Apa hubungannya Tes Keperawanan dan langgengnya pernikahan?," tolak Ibu Uli dengan tegas. Putri Ibu Uli sendiri, Faye, juga sangat menentang dengan adanya Tes Keperawanan.

Selama ini Tes tersebut menjadi perhatian dunia internasional dan kerap dipertanyakan dalam pertemuan Komite CEDAW di PBB. Tujuannya untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan.

Mengukur keperawanan seseorang berdasarkan hymen dan selaput dara adalah tindakan diskriminatif!

Tes Keperawanan dengan memeriksa selaput dara tidak bisa dijadikan rujukan untuk mengukur moral atau kesetiaan seseorang.

Kini, semuanya berubah ketika Kepala Staf Angkatan Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menghapus tes pemeriksaan selaput dara sebagai salah satu rangkaian tes kesehatan bagi calon prajurit perempuan atau calon istri prajurit.

Keputusan Jenderal TNI Andika Perkasa, begitu berarti bagi banyak perempuan Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin menjadi Tentara Wanita Indonesia atau menikah dengan Tentara Indonesia, seperti Ibu Uli. 

Ini adalah awal bangkitnya kesetaraan gender di Indonesia!

Pesan Ibu Uli:

"Terima kasih bapak KASAD karena berani mendobrak dan menjunjung tinggi harkat perempuan Indonesia. Terima kasih sudah membuat anak perempuan saya yang saya sayangi "overwhelming with joy" karena peraturan bapak. 

Mungkin bapak tidak mengerti betapa penting nya ini buat anak saya dan tentunya perempuan-perempuan Indonesia yang ingin menjadi tentara wanita Indonesia atau menikah dengan seorang tentara AD, namun ini adalah hadiah terindah untuk kami perempuan Indonesia khususnya di lingkungan Angkatan Darat."

 

Stop Diskriminasi Terhadap Perempuan!

We Support Women!

Edwin Suryana
Aug 30  -  3 min read