Your browser does not support JavaScript!
Sinovac Tak Dapat Dijadikan Booster? Ini Alasan Kemenkes
Sinovac Tak Dapat Dijadikan Booster? Ini Alasan Kemenkes

Booster menjadi program vaksinasi yang diberikan setelah vaksin dosis kedua sebagai penguat. Dikutip dari Republika, meski direkomendasikan oleh emergency use authorization (UEA), Kemenkes tidak menggunakan Sinovac untuk vaksin booster.

Vaksin jenis Sinovac ditargetkan dan difokuskan untuk anak berusia 6-11 tahun, sehingga Sinovac tak dijadikan vaksin lanjutan. "Vaksin Sinovac tidak untuk booster dan hanya untuk vaksin anak," tegas Jubir vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Pada umumnya, jenis vaksin primer dengan booster dapat berjenis sama, namun berbeda dengan mereka penerima vaksin Sinovac. Masyarakat penerima vaksin Sinovac sebagai vaksin primer tidak dapat booster dengan Sinovac juga.

Sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, uji klinis untuk vaksin Sinovac sebagai booster cenderung rendah menurut Maxi Rein Rondonuwu. "Surat Edaran saya yang terakhir tanggal 26 Februari (Sinovac) belum masuk, baru ada Sinovac, Sinovac, Sinopharm. Karena uji klinis rendah sekali untuk Sinovac, Sinovac, dan Sinovac. Tidak masuk ke dalam rejimen booster," jelas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dikutip dari Detik.

Oleh sebab itu, Kemenkes menyetujui booster jenis heterolog, artinya berbeda dari jenis vaksin sebelumnya untuk para penerima vaksin Sinovac sebagai vaksin primernya. Mereka dapat menerima booster jenis Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Dosis booster sesuai dengan vaksin primer

  • Untuk vaksin primer Sinovac: Vaksin AstraZeneca ½ dosis atau vaksin Pfizer ½ dosis atau vaksin Moderna dosis penuh, dan atau vaksin Sinopharm dosis penuh.
  • Untuk vaksin primer AstraZeneca: Vaksin Moderna ½ dosis atau vaksin Pfizer ½ dosis, dan atau vaksin AstraZeneca dosis penuh.
  • Untuk vaksin primer Pfizer: Vaksin Pfizer dosis penuh atau vaksin Moderna ½ dosis, dan atau vaksin AstraZeneca dosis penuh.
  • Untuk vaksin primer Moderna: Vaksin Moderna ½ dosis.
  • Untuk vaskin Sinopharm: Vaksin Sinopharm dosis penuh.
  • Untuk vaksin primer Janssen atau Johnson and Johnson: Vaksin Moderna ½ dosis.
Digital Dokterid
Mar 31  -  2 min read