Your browser does not support JavaScript!
Singapura Alami ‘depresi Seks’, Seluruh Wanita Diperbolehkan Untuk Bekukan Sel Telur
Singapura Alami ‘Depresi Seks’, Seluruh Wanita Diperbolehkan untuk Bekukan Sel Telur

Pembekuan sel telur kerap dilakukan untuk mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti mereka yang menjalani prosedur kemoterapi dan lain sebagainya. Meski demikian, Singapura kini mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat wanita untuk membekukan sel telur.

Melansir Today Online, wanita berusia 21 tahun hingga 25 tahun di Singapura diperbolehkan untuk membekukan sel telur mereka tanpa memerlukan alasan medis. Wanita dalam kelompok usia ini akan memiliki pilihan untuk membekukan sel telur mereka terlepas dari status perkawinan mereka.

Hal tersebut disebabkan oleh kesadaran pemerintah yang melihat banyak wanita muda yang kesulitan mendapatkan pasangan di usia muda. Namun, mereka hanya dapat menggunakan sel telur beku mereka untuk prokreasi jika mereka telah menikah secara resmi.

"Pemerintah mendukung dan mendorong warga Singapura untuk mengejar pernikahan dan aspirasi orang tua mereka sedini mungkin," kata Menteri Negara untuk Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Sun Xueling dikutip dari Channel News Asia.

"Tetapi kami menyadari melalui percakapan bahwa ada wanita yang khawatir bahwa mereka tidak dapat menemukan pasangan yang cocok ketika mereka masih muda, tetapi mereka ingin memiliki kesempatan untuk hamil dan memulai sebuah keluarga ketika mereka menikah nanti," tambahnya.

Meski diperbolehkannya wanita untuk lakukan pembekuan sel telur, mereka harus mengikuti seperti konseling sebelum menjalani prosedur tersebut. Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa wanita membuat keputusan yang tepat.

Pembekuan telur elektif akan diterapkan dengan diperkenalkannya Peraturan Layanan Reproduksi Berbantuan di bawah Undang-Undang Layanan Kesehatan Singapura pada awal 2023.

Digital Dokterid
Apr 27  -  2 min read