Your browser does not support JavaScript!
Selain Vaksin Covid-19, Menkes Ri Usul Wajibkan Vaksin Kanker
Selain Vaksin Covid-19, Menkes RI Usul Wajibkan Vaksin Kanker

Program wajib vaksin tak hanya berlaku untuk Covid-19, melainkan juga untuk vaksin kanker. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin akan menjadikan vaksin kanker sebagai vaksin wajib guna mencegah penyakit kanker.

Sebagaimana dilansir Detik, pemberlakukan vaksin kanker wajib disebabkan oleh salah satunya banyaknya kasus kematian pada wanita yang disebabkan oleh kanker payudara hingga serviks.

Sebenarnya, program ini telah berjalan sejak tahun lalu. Namun pada 2021, baru berlangsung di 2 provinsi dan 5 kota, diikuti dengan penambahan 3 provinsi dan 5 kota pada tahun  2022.

Program ini rencananya akan diberlakukan di seluruh provinsi Indonesia pada 2023 dan 2024 mendatang. "Kita akan naikkan vaksin wajibnya dari 11 antigen menjadi 14. Kita tambah vaksin HPV, PCV, dan rotavirus, terutama karena kematian kanker paling banyak menyerang wanita Indonesia itu serviks dan payudara, ada vaksinnya," ungkap Menkes.

Apa itu vaksin HPV, PCV, dan Rotavirus?

Vaksin HPV melindungi dari infeksi human papillomavirus (HPV). Melansir laman Cancer, HPV adalah kelompok lebih dari 200 virus terkait, yang lebih dari 40 menyebar melalui kontak seksual langsung. Di antaranya, dua jenis HPV menyebabkan kutil kelamin, dan sekitar selusin jenis HPV dapat menyebabkan jenis kanker tertentu—leher rahim, dubur, orofaringeal, penis, vulva, dan vagina.

Melansir CDC, Rotavirus menyebar dengan mudah di antara bayi dan anak kecil. Virus ini dapat menyebabkan diare berair yang parah, muntah, demam, dan sakit perut. Anak-anak yang terkena penyakit rotavirus dapat mengalami dehidrasi dan mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Sedangkan PCV merupakan vaksin yang membantu mencegah penyakit pneumokokus, yaitu segala jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Dua infeksi tersebut menjadi penyebab tertinggi dari kasus kematian pada balita di Indonesia.

 

 

Digital Dokterid
Apr 19  -  2 min read