Your browser does not support JavaScript!
Rasa Sakit Pejuang Vaginismus
Rasa Sakit Pejuang Vaginismus

Pejuang Vaginismus merasakan sakit, sesak, dan nyeri saat berhubungan seksual. Di hari Vaginismus Awareness, komunitas Pejuang Vaginismus (@vaginismus) mengajak masyarakat agar lebih berempati pada penderita vaginismus. 

Setiap 15 September kerap diperingati sebagai hari Vaginismus Awareness, hari untuk mendukung pengidap vaginismus melakukan penyembuhan yang tepat. Memang belum banyak perempuan yang tahu tentang vaginismus, sehingga perlu informasi seputar vaginismus, seperti yang dilakukan komunitas Pejuang Vaginismus di Instagram-nya. 

Vaginismus adalah sebuah kondisi yang mendeskripsikan adanya pengencangan otot vagina ketika melakukan penetrasi. Para pengidap vaginismus mempunyai kendala atau kegagalan saat penetrasi (berhubungan seks, saat mencoba menggunakan tampon atau menstrual cup). Kondisi ini biasanya terjadi tanpa disadari dan tidak disengaja oleh penderita. 

Apa yang dirasakan Pejuang Vaginismus?

  • Sakit, sesak dan nyeri seperti terbakar atau menyengat saat berhubungan seksual.
  • Rasa sakit ketika dilakukan pemeriksaan medis dengan spekulum dan/atau USG transvaginal.
  • Rasa sakit saat memasang tampon atau menstrual cup.
  • Punya rasa takut/cemas yang tinggi setiap gagal/nyeri ketika ada benda masuk ke dalam vagina.
  • Saat berhubungan seksual, penis pasangan mentok seperti menabrak tembok, sehingga jari atau penis tidak bisa masuk.

Vaginismus bisa disebabkan 2 kombinasi: Fisik dan non fisik

Penyebab fisik meliputi: 

  • Dampak setelah persalinan.
  • Perubahan fisik terkait usia.
  • Trauma pada pelvis.
  • Efek samping dari obat-obatan.

Penyebab non-fisik meliputi: 

  • Ketakutan berhubungan intim.
  • Sedang gelisah atau stres.
  • Adanya isu dengan pasangan.
  • Mengalami kejadian traumatis.
  • Pengalaman masa kecil seperti pendidikan seksual atau paparan gambar seksual.

Penderita Vaginismus bisa sembuh

Dilansir dari forum Maze Women’s Health, salah satu pengidap Vaginismus menceritakan tentang pengalamannya selama dirinya mengidap penyakit tersebut. 

"Pada saat aku melakukan hubungan intim di usia 18, rasanya sangat sakit, aku merasa seperti akan mati. Aku pikir ini karena kali pertamanya melakukan hubungan intim, namun nyatanya rasa sakit ini selalu sama," kata wanita berinisial CA. 


Tak hanya sampai di situ, CA pun sempat putus asa dan memilih untuk tidak memiliki hubungan dengan para lelaki lantaran dirinya yang tak bisa melakukan seks. "Aku sempat kembali mencoba untuk berhubungan intim di usia 24, namun nyatanya rasanya masih sama seperti dulu. Aku pun memutuskan untuk pergi ke klinik kesehatan seksual untuk mengetahui penyebab dari semua ini, dan nyatanya aku memiliki vaginismus."

Meski mengidap Vaginismus, CA tetap bersikeras untuk menyembuhkannya dan melakukan serangkaian perawatan untuk mengatasi penyakit yang diidapnya, hingga akhirnya ia sembuh dan bisa berhubungan intim dengan nyaman. 

Semangat untuk semua Pejuang Vaginismus!
YOU ARE NOT ALONE

Edwin Suryana
Sep 15  -  3 min read