Your browser does not support JavaScript!
Permendikbud 30, Bersatu Lawan Pelanggar Dan Berdiri Bersama Penyintas
Permendikbud 30, Bersatu Lawan Pelanggar dan Berdiri Bersama Penyintas

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, pandemi yang terjadi di Indonesia bukan hanya pandemi Covid, namun juga ada pandemi kekerasan seksual dilihat dari banyak data.

Survei Kemendikbud Ristek (2020) terhadap sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menyebutkan, 77 persen responden menyatakan terjadi kasus kekerasan seksual di kampusnya. Fakta lainnya, 63% responden tidak melaporkan kasus yang diketahuinya kepada pihak kampus.

Kemendikbud Ristek kemudian mengambil posisi untuk melindungi semua mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik dari kekerasan seksual melalui Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi atau biasa disebut Permendikbud 30.

Permendikbud 30 ini dibuat untuk mengisi kekosongan hukum dalam pencegahan, penanganan, dan perlindungan korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Namun begitu, Permendikbud 30 ini tidak berjalan mulus, masih banyak pro dan kontra. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim pun memberikan penegasan bahwa menerima seluruh masukan dan akan mempertimbangkan segala kritik.

Di lain itu, ada pula yang mendukung Permendikbud 30 ini dijalankan, seperti dukungan beberapa selebriti melalui akun media sosial mereka dengan menggunakan tagar #BersamaBerjuangMelawanKS dan #KampusMerdekaKS. 

  • Dian Sastro
    Bintang film Ada Apa dengan Cinta ini mendukung Permendikbud tersebut agar tercipta rasa aman, nyaman, dan rasa keadilan bagi mahasiswa. Ia juga menuturkan bahwa inisiatif akan adanya Permendikbud tersebut dinilai sangat penting mengingat belum adanya UU terkait dengan perlindungan dari kekerasan seksual di Indonesia. 

  • Ernest Prakasa
    Dalam akun Instagram pribadinya yang diunggah pada 14 November, Ernest Prakasa turut andil dalam mendukung Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021 ini. "Zaman terus berubah. Kesadaran terhadap pentingnya perlindungan terhadap perempuan juga sudah waktunya kita tingkatkan. Mari bersatu melawan para pelanggar, dan berdiri bersama para penyintas," tulis Ernest di Instagram-nya. 

  • Hannah Al Rashid
    Aktris film Aruna & Lidahnya mendukung Permendikbud 30 sekaligus membagikan kisahnya yang juga menjadi salah satu penyintas kekerasan seksual di kampus.

    Hannah bercerita, "Tahun 2006 waktu saya kuliah satu semester di UGM, saya sempat mengalami pelecehan seksual di kampus. Pada saat itu, kami mahasiswi dari luar negeri sempat di warning oleh alumni program sebelumnya bahwa sering terjadi pelecehan seksual yang menimpa foreign female students, pelakunya jelas semua orang tau siapa (Malah diberi nickname "bule hunter" segala) jadi saran ke kami yang baru sampai Indonesia adalah.... "hindari saja orangnya".

    Melalui postingannya, Hannah berpendapat bahwa Permendikbud 30 menjadi sesuatu yang dibutuhkan terkait dengan adanya kekerasan seksual di kampus. "Permendikbud Ristek 30/2021 adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan karena lengkap membahas unsur pencegahan, penanganan kasus, dan pemulihan bagi korban," tulis Hannah dalam unggahannya. 

Stop kekerasan seksual di lingkungan kampus!

Digital Dokterid
Nov 15  -  3 min read