Your browser does not support JavaScript!
Pentingnya Vaksinasi Untuk Kekebalan Tubuh
Pentingnya Vaksinasi Untuk Kekebalan Tubuh

Kita semua tahu apa itu vaksinasi, tapi apa kita tahu bahwa sebenarnya setiap orang perlu vaksinasi, baik Pria maupun wanita, baik tua maupun muda, seperti kalangan anak-anak (batita atau balita), anak remaja, pemuda ataupun yang sudah menikah dan bahkan orang tua pun perlu vaksinasi.

Fungsi dari Vaksin adalah memperkuat sistem imun tubuh kita dan membantu kita, mengurangi/ menghindari risiko penyakit tertentu yang disebabkan oleh bakteri, kuman/ virus yang merusak, melemahkan dan mematikan sel-sel tubuh kita.

Vaksin melindungi orang yang rentan di komunitas kita - seperti anak-anak yang sangat muda, orang tua, atau mereka yang terlalu sakit untuk diimunisasi. Ada juga beberapa jenis vaksin yang memberikan kekebalan seumur hidup. Imunisasi / Vaksinasi juga sangat mengurangi risiko penularan penyakit, dan mengurangi risiko komplikasi.

Lalu kapan vaksinasi dikembangkan?

Vaksin bukan hal yang baru. Tehnik imunisasi ini dipelopori lebih dari 200 tahun yang lalu, ketika cacar adalah penyakit yang ditakuti dan mematikan pada jaman itu. Namun ada seorang dokter abad kedelapan belas bernama Edward Jenner (17 Mei 1749 - 26 Januari 1823), dia adalah seorang dokter dan ilmuwan Inggris yang merupakan pelopor vaksin cacar, yaitu vaksin pertama di dunia. Ia mencatat bahwa para pekerja di peternakan yang terkena penyakit cacar sapi ringan, kebal terhadap cacar. Melalui vaksinasi yang dia berikan. Istilah "vaksin" dan "vaksinasi" berasal dari Variolae vaccinae (cacar sapi), istilah yang dirancang oleh Jenner sendiri untuk menamakan cacar sapi.

Bagaimana cara kerja vaksin?

Sistem kekebalan tubuh kita terdiri dari sel-sel khusus dan bahan kimia (disebut antibodi) yang melawan infeksi. Kita mendapatkan kekebalan terhadap penyakit baik secara alami (dengan menangkap penyakit), atau melalui imunisasi.

Vaksin terdiri dari versi modifikasi dari kuman penyebab penyakit atau toksin (dikenal sebagai 'antigen').

Sistem kekebalan tubuh merespon kuman yang melemah, atau yang sudah mati atau toksin yang sudah tidak aktif (antigen), seolah-olah itu adalah kuman yang lengkap, dan membuat antibodi untuk menghancurkannya. Antibodi ini dibuat tanpa kita tertular penyakitnya.

Apa yang terdapat dalam vaksin?

Tergantung pada infeksi, bahan-bahan dalam vaksin dapat bervariasi, juga dapat berubah dari tahun ke tahun karena serangan virus baru muncul. Beberapa vaksin mungkin mengandung dosis kecil:

  • Kuman hidup (tetapi lemah).
  • Kuman mati.
  • Bagian kecil kuman (misalnya, molekul dari permukaan kuman).
  • Toksin yang diinaktivasi yang diproduksi oleh bakteri.
  • Antibiotik atau pengawet untuk menghentikan vaksin agar tidak terkontaminasi atau mati.
  • Pengencer (seperti air steril atau garam).

Apakah vaksin aman?

Jutaan orang - terutama bayi dan anak kecil - diimunisasi setiap tahun, dan tanpa efek samping. Vaksin jauh lebih aman daripada sakit karena penyakit. Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin dapat menyebabkan komplikasi seumur hidup atau kematian - bahkan pada orang yang sehat secara normal.

Dari waktu ke waktu, keamanan vaksin telah dipertanyakan. Sebagian besar reaksi ringan dan biasanya berlangsung satu hingga dua hari. Seperti obat lain, vaksin membawa risiko kecil, tetapi efek samping yang serius sangat jarang terjadi.

Risiko efek samping yang serius harus ditimbang terhadap risiko penyakit. Sebagai contoh, meskipun ada risiko kecil mengembangkan kondisi langka yang dikenal sebagai idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), setelah vaksin campak, gondong, rubella dan varicella (MMRV) dan MMR. Namun, risiko pengembangan ITP dengan campak itu sendiri, lebih dari 10 kali lebih besar, daripada risiko yang terkait dengan vaksin.

Berapa lama waktu yang diperlukan agar vaksin berfungsi?

Ketika kita menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh kita segera bekerja untuk membuat antibodi dan sel memori untuk melawan infeksi. Rata-rata, ‘respons imun’ akan memakan waktu sekitar 7-21 hari.

Namun, durasi kekebalan dapat bergantung pada sejumlah faktor, seperti sifat vaksin, waktu dosis, usia kita, dan apakah kita telah mengalami infeksi secara alami.

Jadi sahabat, agar terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin, pastikan untuk tetap mengikuti jadwal yang disarankan dokter dan upayakan kehidupan imunisasi kita up to date dan rutin.

Baca juga: Pentingnya Mendapatkan Vaksin Sedini Mungkin

Sumber : www.medbroadcast.com, www.vaccines.gov, 

Digital Dokterid
Jan 22  -  4 min read