Your browser does not support JavaScript!
Pandemi Belum Kelar, Kini Muncul Virus Hendra Yang Menular
Pandemi Belum Kelar, Kini Muncul Virus Hendra yang Menular

Kehadiran Covid-19 di dunia masih belum punah meski kasus covid telah menurun di sebagian besar kota maupun negara. Diketahui belum tuntas, kini muncul virus baru yang bernama virus Hendra yang kehadirannya dapat mengancam.

Virus Hendra (HeV) adalah anggota famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. HeV pertama kali diisolasi pada tahun 1994 dari spesimen yang diperoleh selama wabah penyakit pernapasan dan neurologis pada kuda dan manusia di Hendra, pinggiran kota Brisbane, Australia. Melansir laman CDC, ini berkaitan dengan virus Nipah, spesies lain dalam genus Henipavirus.

Wadah alami virus Hendra telah diidentifikasi sebagai flying fox (kelelawar dari genus Pteropus).

Sejak 1994 hingga 2013, infeksi virus Hendra pada manusia masih jarang terjadi yaitu hanya tujuh kasus yang dilaporkan.

Melansir Griffith News, peneliti dari Griffith University telah menemukan varian virus Hendra baru yang dapat menular ke kuda dan manusia jauh lebih luas di seluruh Australia daripada yang diketahui sebelumnya.

Diterbitkan di Emerging Infectious Disease, varian tersebut terdeteksi dalam urin rubah terbang hitam dan berkepala abu-abu melintasi distribusi geografis yang luas dari pantai utara-tengah NSW hingga Queensland tenggara.

Varian virus Hendra baru (HeV-g2) baru-baru ini ditemukan pada sampel kuda yang mati pada 2015 karena sakit akut dan sebelumnya terdeteksi pada organ kelelawar.

Peneliti utama Dr Alison Peel, dari Pusat Kesehatan Planet dan Keamanan Pangan Universitas Griffith, mengatakan vektor utama penyebaran virus adalah urin rubah terbang atau kelelawar, yang belum pernah diskrning sebelumnya.

"Kami ingin mengisi celah deteksi antara kelelawar dan deteksi pada kuda, untuk menunjukkan penyebarannya sama seperti virus Hendra asli," kata Peel dikutip dari Brisbane Times.

"Varian baru cukup mirip dengan virus asli sehingga dianggap sama, tetapi perbedaan terdapat pada tes yang dilakukan untuk virus asli tidak mengambil varian baru," tambahnya.

Metode pengujian baru telah memecahkan masalah, dan Peel mengatakan mereka telah menemukan virus itu jauh lebih menyimpang dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan pada jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra.

Kuda yang menjadi inang virus ini dapat terinfeksi setelah terpapar virus oleh urin kelelawar yang terinfeksi.

Sampai saat ini, tidak ada penularan dari manusia ke manusia yang tercatat.

Melansir laman Detik, gejala dari virus Hendra akan muncul sekitar 5 hingga 21 hari setelah terpapar. Gejala yang dialami umumnya seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, hingga gejala serius seperti meningitis, kejang-kejang, hingga koma.

Infeksi virus Hendra dapat dicegah dengan menghindari kuda yang sakit atau mungkin terinfeksi HeV dan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat kontak diperlukan, seperti dalam prosedur kedokteran hewan.

 

 

Digital Dokterid
May 17  -  3 min read