Your browser does not support JavaScript!
Olahraga Yang Harus Dihindari Saat Hamil
Olahraga yang Harus Dihindari Saat Hamil

Olahraga selama hamil memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu anda melalui kehamilan anda, seperti membuat tidur anda lebih nyenyak, membuat anda lebih bertenaga, meningkatkan stamina anda, dan memperbaiki mood anda.

Berbagai jenis olahraga yang dapat anda lakukan selama kehamilan adalah berjalan atau berenang. Akan tetapi, juga terdapat beberapa jenis olahraga yang harus anda hindari selama hamil. Tanyakanlah pada dokter atau bidan anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh dan tidak boleh anda lakukan serta berapa lama anda boleh berolahraga setiap harinya.

Olahraga yang Bertujuan Untuk Menurunkan Berat Badan

Tergantung pada berat badan anda sebelum hamil, anda dapat mengalami peningkatan berat badan hingga 12.5-17.5 kg. Hal ini mungkin sulit diterima, baik secara emosional maupun fisik, akan tetapi tunggulah hingga anda melahirkan sebelum mulai menurunkan berat badan anda kembali. Bila anda mengkonsumsi diet sehat, maka penambahan berat badan merupakan salah satu tanda bahwa bayi anda sedang bertumbuh di dalam rahim anda.

Olahraga Tim

Berbagai jenis olahraga yang dilakukan bersama-sama dalam suatu tim, seperti basket, bola, atau hoki sebaiknya dihindari saat anda hamil, karena tingginya kemungkinan perut anda terpukul. Berhentilah melakukan berbagai jenis olahraga tersebut setelah trimester pertama kehamilan anda, saat perut anda telah mulai membesar.

Olahraga yang Berbahaya

Hindarilah berbagai olahraga yang membutuhkan keseimbangan, seperti ski atau menunggang kuda. Kegiatan ini memiliki resiko yang lebih tinggi daripada manfaatnya. Bahkan bersepeda juga dapat berbahaya bila anda tidak dapat menjaga keseimbangan anda akibat perut anda yang telah membesar.

Olahraga Berlebihan

Hindarilah olahraga secara berlebihan selama anda hamil, hal ini dapat mengurangi aliran darah ke dalam rahim anda. Bila anda tidak dapat menyanyikan satu kali lagu ulang tahun tanpa kehabisan napas, maka berarti anda telah berolahraga secara berlebihan.

Olahraga Berat

Selama kehamilan, persendian anda akan menjadi lebih renggang, yang membuat anda lebih mudah mengalami cedera. Hindarilah berbagai olahraga berat seperti aerobic atau kickboxing.

Berolahraga Saat Cuaca Panas

Hindarilah berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas. Berolahraga di dalam ruangan yang memiliki pendingin ruangan. Jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih saat berolahraga selama kehamilan.

Olahraga yang Membuat Anda Berbaring Terlentang

Anda masih diperbolehkan untuk berbaring terlentang selama beberapa menit saat perut anda telah mulai membesar. Satu hal yang perlu anda ingat adalah seiring dengan semakin membesarnya rahim anda, berbaring terlentang dapat memutus aliran darah ke kaki anda dan juga bayi anda. Hindarilah yoga atau berbagai aktivitas lainnya yang membuat anda harus berbaring terlentang dalam wakut lama.

Olahraga Pada Ketinggian Tertentu

Jika anda berada di pegunungan dan sedang hamil, maka anda sebaiknya berolahraga pada ketinggian kurang dari 1.829 m. Segera hubungi dokter atau bidan anda dan berhenti berolahraga bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu:

  • Nyeri kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Merasa lelah
  • Pusing
  • Sesak napas

Menyelam

Hindarilah scuba atau menyelam karena perubahan tekanan dapat membahayakan bayi anda.

Tips Berolahraga Selama Hamil

Bila olahraga favorit anda termasuk dalam berbagai daftar di atas, maka anda mungkin masih dapat melakukannya dengan beberapa modifikasi di bawah ini, yaitu:

  • Kurangi intensitas olahraga anda. Bila biasanya anda berlari pagi maka ubahlah menjadi jalan cepat di pagi hari atau bila anda biasa mengikuti kelas yoga, gantilah dengan mengikuti kelas yoga khusus ibu hamil
  • Kurangi lama berolahraga. Seiring dengan perkembangan kehamilan anda, anda akan merasa lebih cepat lelah. Simpanlah tenaga anda dengan cara mengurangi waktu olahraga anda. Jika biasanya anda dapat berjalan tanpa henti selama 30 menit, tetapi sekarang merasa lelah dan tidak dapat melakukannya, ubahlah menjadi berjalan selama 10 menit beberapa kali sehari
  • Kurangi beban yang anda gunakan dan ulangi gerakan tersebut lebih banyak dengan beban yang lebih ringan, dengan demikian otot anda tetap kuat dan tidak melukai persendian anda

Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai jenis olahraga yang boleh anda lakukan dan berapa lama anda boleh melakukannya setiap hari sebelum memulai berolahraga.

Sumber: webmd

Dec 05  -  4 min read