Your browser does not support JavaScript!
Masker Dilonggarkan, Bagaimana Nasib Penyebaran Hepatitis Misterius?
Masker Dilonggarkan, Bagaimana Nasib Penyebaran Hepatitis Misterius?

Baru-baru ini Presiden RI mengumumkan adanya pelonggaran penggunaan masker untuk masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker selama di ruang terbuka atau di luar ruangan.

Kabar ini jelas menjadi pertanda baik, melihat kasus Covid-19 di Indonesia yang terus menurun. Aturan ini dikeluarkan oleh pemerintah lantaran sudah banyaknya masyarakat yang mendapatkan vaksin penuh hingga booster.

Namun, bagaimana nasib hepatitis misterius yang kian bertambah kasusnya?

Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Gatro-hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, mengungkapkan bentuk penyebaran hepatitis misterius ini. "Penularan virus berasal dari fekal oral dan droplet," kata dr Muzal Kadim dikutip dari CNBC Indonesia.

Dengan adanya pelonggaran masker terkait virus Covid-19 tentu tak menutup kemungkinan bahwa akan bertambahnya orang yang tertular hepatitis misterius ini.

"Tetap ada kewajiban yang harus kita pahami dan waspadai. Apalagi dengan adanya hepatitis ini, belum diketahui penyebab pastinya," kata Jubir Kemenkes RI dr Mohammad Syahril dikutip Detik.

Meski Presiden memperbolehkan untuk tidak menggunakan masker di ruang terbuka, namun dr Syahril mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker walaupun tak seketat dulu.

"Dengan adanya pelonggaran ini, bukan berarti kita membiarkan kemungkinan tertular penyakit lain," jelas dr Syahril.

Protokol kesehatan masih harus terus diterapkan dan dijaga. Hepatitis misterius diketahui menjadi penyakit yang dapat menular melalui saluran pernapasan dan pencernaan.

Salah satu cara untuk mencegah dari paparan hepatitis akut misterius adalah menjaga kebersihan, mengingat penyakit hepatitis merupakan penyakit pada sistem pencernaan yang menyerang hati.

"Pastikan cuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan dan minuman yang matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta hindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak tetap sehat," jelas dr Hanifah Oswari, Sp.A.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

 

 
Digital Dokterid
May 19  -  2 min read