Your browser does not support JavaScript!
Makin Sengit! Beberapa Area Di China Kalap Panic Buying Gegara Lockdown
Makin Sengit! Beberapa Area di China Kalap Panic Buying Gegara Lockdown

Beberapa waktu lalu, Shanghai dikabarkan menjalankan lockdown dalam waktu yang cukup lama. Kebijakan lockdown oleh pemerintah setempat tak sedikit membuat orang merasa stres lantaran kejenuhan hingga sulitnya mendapatkan bahan pangan.

Takut mengalami hal yang sama dengan di Shanghai, perintah pengujian Covid-19 massal di distrik terbesar Beijing mendorong penduduk di ibu kota China untuk menimbun bahan makanan. Hal tersebut disebebabkan oleh kekhawatiran mereka dengan kemungkinan lockdown seperti yang terjadi di Shanghai.

Pihak berwenang di Chaoyang, rumah bagi 3,45 juta orang, pada Minggu malam (24/4/22) memerintahkan mereka yang tinggal dan bekerja di Chaoyang untuk diuji Covid-19 tiga kali minggu ini ketika Beijing memperingatkan virus itu telah "diam-diam" menyebar selama sekitar seminggu sebelum terdeteksi.

Melihat bagaimana penduduk Shanghai berjuang untuk mendapatkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya saat masa lockdown, pembeli di Beijing memadati toko dan platform online untuk membeli sayuran, daging segar, mie instan, dan kertas toilet.

Seorang warga Chaoyang berusia 63 tahun bermarga Di membeli dua kantong sayuran, yakni untuk sekitar 8-10 hari guna berjaga-jaga jika lockdown di bangunannya ditambah lebih dari 12 hari.

"Shanghai adalah pelajaran," kata pria tersebut, dan menambahkan bahwa ia tidak percaya kalau Beijing akan mengalami nasib yang sama dengan Shanghai sebagaimana dikutip dari Reuters.

China diketahui sedang mengalami lonjakan kasus covid yang tinggi. Dikutip dari Detik, tercatat 20 ribu kasus harian di Shanghai.

Digital Dokterid
Apr 26  -  2 min read