Your browser does not support JavaScript!
Makin Kewalahan, Wabah Penyakit Usus Dilaporkan Serang 800 Keluarga
Makin Kewalahan, Wabah Penyakit Usus Dilaporkan Serang 800 Keluarga

Kabar buruk datang dari Korea Utara setelah kasus Covid-19 terdeteksi untuk kali pertamanya pada bulan Mei lalu. Kasus Covid-19 yang tak kunjung turun di Korea Utara kini bukan salah satu hal yang menjadikan sebuah kekhawatiran warga.

Melansir dari The Sun, sekitar 800 keluarga di Korut mengidap penyakit misterius yang menyerang perut mereka. Pemimpin Kim Jong-Un menyebut penyakit yang berkaitan dengan usus (intestinal) ini sebagai wabah enterik (bakteri yang menyerang saluran pencernaan) akut.

Menurut pejabat yang bertanggung jawab atas pekerjaan epidemi darurat di Korea Utara, Ryu Yong Chol mengingatkan bahwa ada kemungkinan bahwa penyakit intestinal misterius ini dapat terinfeksi melalui kepemilikan orang lain, makanan, dan minuman. Dilansir dari CNN, Ryu pun dengan ketat mengimbau untuk mengisolasi pasien untuk mencegah penyebaran.

"(Kim) menekankan perlunya menahan epidemi sedini mungkin dengan mengambil tindakan yang baik untuk mengkarantina kasus yang dicurigai untuk benar-benar mengekang penyebarannya, mengkonfirmasi kasus melalui pemeriksaan epidemiologi dan tes ilmiah," kata Agensi Berita Sentral  Korea (KCNA) dikutip dari Reuters.

Penyakit misterius ini menyebabkan diare kronis, demam, dan kram perut. Meski terdengar sepele, namun bila tidak dirawat dengan baik maka bukan tidak mungkin akan merenggut nyawa pasien yang mengidap.

 

Kim pada Rabu (15/6) menawarkan cadangan obat-obatan milik keluarganya kepada warganya yang mengidap "wabah enterik akut" di tenggara kota Haeju, dilansir dari TIME.

Tak melihat kontribusi Kim Jong-Un sebagai sikap tulus, salah satu orang ternama di Korut pun sampaikan pandangannya terhadap pertolongan yang diberikan oleh Kim kepada warganya.

"Wabah campak atau tipes tidak jarang terjadi di Korea Utara. Saya pikir memang benar ada wabah penyakit menular di sana tetapi Korea Utara menggunakannya sebagai kesempatan untuk menekankan bahwa Kim merawat rakyatnya," kata Ahn Kyung-su, kepala DPRKHEALTH.ORG, sebuah situs web yang berfokus pada masalah kesehatan di Korea Utara. "Jadi ini lebih seperti pesan politik daripada pesan medis."

Beberapa pengamat mengatakan "epidemi enterik" di Korea Utara mengacu pada penyakit menular seperti tipes, disentri atau kolera, yang merupakan penyakit usus yang disebabkan oleh kuman melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau kontak dengan kotoran orang yang terinfeksi.

 

Digital Dokterid
Jun 21  -  2 min read