Your browser does not support JavaScript!
Langka! Ini Dugaan Penyebab Kasus Hepatitis Pada Anak-anak Melonjak
Langka! Ini Dugaan Penyebab Kasus Hepatitis Pada Anak-anak Melonjak

Kasus hepatitis, atau peradangan hati, telah dilaporkan di Denmark, Irlandia, Belanda, Spanyol dan AS, kata pejabat kesehatan sebagaimana dilansir dari BBC.

Pekan lalu otoritas kesehatan Inggris mengatakan mereka telah mendeteksi kasus penyakit yang lebih tinggi dari biasanya di antara anak-anak.

Pusat Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) tidak merinci terkait jumlah kasus yang ditemukan di empat negara Eropa secara total.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan terdapat kurang dari lima telah ditemukan di Irlandia, dan tiga telah ditemukan di Spanyol. Ia menambahkan bahwa kemungkinan deteksi lebih banyak kasus dalam beberapa hari mendatang.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah diberitahu terkait 74 kasus pada anak-anak sejak Januari 2022, dengan 49 di antaranya di Inggris, 13 di Skotlandia dan 12 sisanya menyebar antara Wales dan Irlandia Utara.

Melansir dari The Conversation, hepatitis parah pada anak-anak sangat jarang dan belum diketahui apa yang menyebabkan peningkatan kasus yang sangat tidak biasa ini. Teori utamanya adalah bahwa itu disebabkan oleh semacam infeksi virus, bahkan mungkin SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Penyebab hepatitis dapat bervariasi. Namun pada anak-anak, hepatitis biasanya dikaitkan dengan infeksi virus. Terdapat 5 jenis virus hepatitis yang paling umum, yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Virus lain seperti adenovirus dapat menyebabkan hepatitis, tetapi ini jarang terjadi.

Adenovirus adalah infeksi virus yang sangat umum pada manusia, terutama anak-anak. Hampir setiap anak mengalami setidaknya sekali infeksi adenovirus sebelum usia sepuluh tahun.

Biasanya, virus ini menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran udara, mengakibatkan gejala flu biasa dan terkadang pneumonia. Dalam beberapa kasus, sebagian besar pada anak-anak berusia lima tahun ke atas, adenovirus dapat menyebabkan kondisi yang sering disebut sebagai "demam kolam", yang mengakibatkan sakit tenggorokan, demam, dan radang mata.

"Saya menemukan ini benar-benar luar biasa. Saya tidak menemukan hal seperti ini dalam praktik klinis saya. Ini mengkhawatirkan karena kita tidak tahu apa yang terjadi," kata profesor virologi di Universitas Nottingham, William Irving dikutip dari DW News.

Digital Dokterid
Apr 21  -  2 min read