Your browser does not support JavaScript!
Korea Utara Kebagian Covid-19 Setelah Bebas Selama 2 Tahun, 6 Orang Meninggal
Korea Utara Kebagian Covid-19 Setelah Bebas Selama 2 Tahun, 6 Orang Meninggal

Setelah hampir dua tahun bebas dari Covid-19, kini Korea Utara turut merasakan apa yang dunia ini rasakan terhadap virus corona yang menyebar menyeluruh di dunia sejak 2020 silam.

Melansir ABC, media pemerintah Korea Utara telah melaporkan kematian resmi Covid-19 pertama di negara itu, dengan enam orang meninggal di tengah penyebaran penyakit yang "ekplosif". Korea Utara mengatakan satu dari enam orang yang meninggal dipastikan telah terinfeksi varian Omicron. "Setidaknya enam orang yang menunjuka gejala demam meninggal dunia, dengan satu kasus terkonfirmasi telah terinfeksi varian Omicron," dikutip  dari CNBC Indonesia.

Kegagalan untuk memperlambat infeksi dapat memiliki konsekuensi serius karena negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu memiliki sistem pelayanan kesehatan yang buruk dan sebagian besar dari 26 juta warganya yang tidak divaksinasi.

Melansir dari BBC, Korea Utara menolak tawaran dari komunitas internasional untuk memasok jutaan suntikan AstraZeneca dan Sinovac tahun lalu. Sebaliknya, ia mengklaim telah mengendalikan Covid dengan menutup perbatasannya pada awal Januari 2020.

Korut diketahui berbagi perbatasan darat dengan Korea Selatan dan China, yang sama-sama berjuang melawan wabah.

Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) mengatakan pada hari Jumat (13/05) bahwa lebih dari 350.000 orang dirawat karena demam yang "eksplosif" menyebar secara nasional sejak akhir April, dan 162.200 orang  dinyatakan telah pulih.

Pemimpin Kim Jong Un telah memerintahkan semua kota dan kabupaten untuk lockdown setelah varian BA 2 Omicron terdeteksi di Pyongyang, kata KCNA. Ia juga mengunjungi pusat komando anti-virus sehari setelah menyatakan "darurat negara yang paling parah" dan memerintahkan untuk lockdown.

Terlepas dari klaim Korut sebelumnya bahwa mereka unggul dalam mencegah Covid, WHO nyatanya telah melihat tanda-tanda di seluruh pandemi bahwa adanya kemungkinan hinggapnya Covid-19 di negara itu.

 

Digital Dokterid
May 13  -  2 min read