Your browser does not support JavaScript!
Ketika Kamu Menjadi Korban Ghosting
Ketika Kamu Menjadi Korban Ghosting

Ghosting menjadi salah satu kata yang kian marak di dalam lingkup hubungan. Ghosting merupakan perilaku menjauh yang biasanya terjadi secara tiba-tiba dari kehidupan seseorang tanpa mengirimkan kabar melalui telepon maupun SMS. 

Faktor terjadinya ghosting di dalam suatu hubungan pun beragam, namun semua itu menjadi tanda tanya bagi para korban ghosting. Jika kamu menjadi korban ghosting, kamu tidak perlu terburu-buru kecil hati. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan sejumlah cara berikut. 

  • Jangan insecure

    Ketika kamu menjadi korban ghosting, kamu tentu akan mengalami perasaan menyesal hingga rasa malu. Bila perasaan kamu seperti itu, kamu tak perlu langsung menyalahkan diri sendiri.

    Kamu bisa memberikan waktu kepada diri kamu sendiri dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri maupun orang yang menghosting kamu. 

  • Terus melangkah maju

    Ketika berada di posisi korban ghosting, kamu harus tetap bisa untuk melangkah maju di dalam hidup. Kamu bisa menginvestasikan waktu kamu dengan teman ataupun keluarga yang dapat mendukung kamu. 

  • Berikan waktu

    Ghosting merupakan sikap yang kerap menyakitkan para korbannya, namun kamu tetap harus berikan diri kamu waktu untuk berduka. Kamu tidak perlu buru-buru menggantikan sosok pelaku ghosting tersebut. Hal tersebut bukanlah cara yang tepat lantaran akan hanya membuahkan rebound love.

  • Acceptance

    Cara lain dalam mengatasi ghosting adalah menerima kenyataan bahwa hubungan kamu telah usai. Kamu bisa saja move on, sekalipun belum bisa menerima sepenuhnya.

    Jadilah pribadi yang sehat yang mampu menerima kenyataan bahwa tak semua hubungan akan berjalan lancar sesuai ekspektasi. 

  • Take it easy

    Bersikap santai menjadi cara lain dalam mengatasi situasi ghosting. Kamu perlu mengetahui bahwa semuanya telah memiliki jalannya masing-masing. Mungkin saja, pelaku ghosting meninggalkan kamu tanpa sebab karena memang kenyataannya dia bukanlah untuk kamu.

    Meski demikian, kamu juga perlu percaya bahwa dia juga turut mengambil peran dalam kegagalan hubungan yang kamu sempat memiliki. Jadi, semuanya bukanlah sepenuhnya salah kamu. 

 

Konsultasikan masalah hubungan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

Digital Dokterid
Dec 27  -  3 min read