Your browser does not support JavaScript!
Ketika Hubungan Diselimuti Konflik
Ketika Hubungan Diselimuti Konflik

Sebuah hubungan tidak hanya dihiasi momen romantis saja, melainkan juga berisi konflik di dalamnya. Menurut Dr. Susan Campbell, penulis buku "5 Stages of a Relationship", dalam hubungan romantis, terdapat setidaknya 5 fase yang akan dilalui oleh pasangan. 

Salah satu fase yang sering dialami oleh tiap pasangan adalah "The Power Struggle Stage", yang merupakan fase kedua setelah "Honeymoon phase" usai. Fase kedua tersebut merupakan fase di saat kamu sudah merasa nyaman dengan pasangan dan berani untuk mengungkapkan pikiran serta bersikeras terhadap pandangan kamu. 

Kasus yang kerap terjadi pada fase Power Struggle Stage adalah kandasnya sebuah hubungan. Sebaliknya, bisa saja hubungan tersebut mengalami pengulangan. Maksudnya, mungkin kamu akan mengalami fase sebelumnya terulang kembali, yakni kembali ke fase honeymoon. 

Meski demikian, tak sedikit pasangan yang kesulitan ketika hubungan tengah diselimuti oleh konflik-konflik yang tampak tak berujung itu. Lantas apa yang harus dilakukan ketika berada di fase Power Struggle Stage?

  • Komunikasi yang baik dan efektif

    Komunikasi yang baik dan efektif merupakan kunci dari keberhasilan suatu hubungan. Konflik merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari di dalam hubungan, dan pada fase Power Struggle Stage ini, konfliklah yang menjadi tema utama.

    Untuk itu, kamu harus bisa belajar untuk mencari waktu di saat kamu sedang tidak berargumen atau perang dingin dengan pasangan. Lalu, kamu bisa membicarakan isi hati dengan kepala dingin. Hal ini tentunya mengharuskan kamu dan pasangan harus saling menjadi pendengar yang baik untuk satu sama lain agar masalah terselesaikan. 

  • Jangan lari dari konflik

    Lari dari konflik bukan lah cara yang tepat untuk menyelesaikan sebuah konflik, malah justru akan memperpanjang  konflik yang telah ada. Konflik merupakan hal yang sehat dan normal di dalam hubungan, bila diatasi dengan baik.

    Kenyataannya, mengatasi konflik dengan sehat menjadi salah satu kunci menuju hubungan yang lebih erat. Kamu bisa belajar bernegosiasi dengan sehat tanpa memanipulasi. Selain itu, kamu juga bisa belajar untuk menerima adanya perbedaan serta mencari jalan tengah yang dapat mempersatukan hubungan kamu kembali. 

  • Menerima sepenuhnya

    Cara terakhir dan yang paling penting dalam melewati fase Power Struggle Stage adalah untuk menerima segalanya secara sepenuhnya. Menerima dalam arti mengetahui bahwa pasangan kamu maupun kamu tidaklah sempurna dan tak bisa menjadi 100% sesuai dengan keinginan kamu.

    Kamu dianjurkan untuk tidak terpaku pada kekurangan pasangan kamu guna membangun hubungan yang sehat dan erat. Hal tersebut akan membawamu ke tahap yang lebih stabil dalam hubungan, yakni Stability Stage. 

Ditulis oleh Cory Elisabeth, Expert dalam Marriage Counseling

 

Konsultasikan masalah hubungan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

Digital Dokterid
Nov 30  -  3 min read