Your browser does not support JavaScript!
Kesehatan Mental Memengaruhi Orgasme?
Kesehatan Mental Memengaruhi Orgasme?

Ketika berhubungan intim bersama pasangan, seorang perempuan tentu mendambakan kepuasan seksual atau orgasme. Terkadang, perempuan cenderung sulit mencapai titik orgasme. Sejumlah faktor berperan serta mengapa perempuan sulit orgasme, di antaranya karena gangguan kesehatan mental. 

Berikut gangguan mental yang bisa mempengaruhi kualitas orgasme:

  • Ekspektasi yang tidak realistis

    Adegan sebuah film yang menggambarkan perempuan mencapai orgasme kala berhubungan intim telah menciptakan persepsi, bahwa seperti itu lah orgasme. Padahal, anggapan itu keliru. Menurut Lawrence Siegel, psikolog klinis dan sex educator, media merupakan sumber kesalahan atas bagaimana orgasme seharusnya terjadi ketika melakukan seks. 

  • Depresi 

    Pada umumnya, orang yang didiagnosis sebagai pengidap depresi cenderung akan diberikan obat-obatan yang dapat membantu menstabilkan depresi tersebut, salah satunya adalah dengan pemberian antidepresan.

    Dilansir dari laman Healthline, penggunaan antidepresan dapat berdampak pada tingkat libido manusia. Jika kamu memang butuh mengonsumsi antidepresan, kamu direkomendasikan untuk menambahkan stimulasi lebih seperti menggunakan vibrator atau foreplay yang lebih lama. 

  • Anxiety

    Anxiety atau kecemasan merupakan masalah mental yang kerap menimpa baik perempuan maupun laki-laki. Untuk beberapa orang dengan anxiety, khususnya perempuan, menjadi alasan dari sulitnya mencapai titik orgasme.

    Seorang psikolog dan sex therapist, Stephanie Buehler, mengungkapkan, anxiety membentuk banyak pikiran yang mengganggu dari perasaan menggugah gairah. Keberadaan anxiety ini membuat para pengidapnya akan memiliki pemikiran bahwa pasangannya tak merasa bahwa dirinya terasa menyenangkan hingga berpikir bahwa dirinya tidak dapat membangkitkan gairah sang pasangan. 

 

Konsultasikan gangguan seksual kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

Digital Dokterid
Nov 29  -  2 min read