Your browser does not support JavaScript!
Kemasan Plastik Mengandung Bpa Picu Kanker, Bpom Beri Ketentuan
Kemasan Plastik Mengandung BPA Picu Kanker, BPOM Beri Ketentuan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menyoroti kandungan BPA yang kerap terkandung di dalam kemasan botol plastik. Melansir laman Helathline, Bisphenol-A (BPA) adalah bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik dan ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan, botol bayi, botol air plastik, dan produk kebersihan.

Sebagaimana diketahui, BPA memilik potensi dampak buruk pada kesehatan. Melansir laman Detik, kandungan BPA dapat memicu penyakit yang cukup serius, yakni seperti meningkatkan tekanan darah, diabetes tipe 2, penyakit jantung, gangguan fungsi reproduksi, hingga kanker.

Tak hanya menjadi perhatian BPOM, namun penggunaan BPA pada kemasan plastik pun menjadi perhatian dunia. Sejumlah negara seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Brasil nyatanya telah melarang penggunaan BPA pada air minum kemasan.

Menindaki hal tersebut, BPOM pun memberikan ketentuan untuk penggunaan air dalam kemasan plastik (ADKP) di Indonesia. Kepala BPOM Penny K Lukito tidak melarang penggunaan ADKP yang berbahan polikarbonat, tanpa terkecuali air galon isi ulang.

"Untuk kepentingan perlindungan konsumen serta pelaku usaha agar tak ada liabiliti atau tuntutan hukum di kemudian hari, regulasi ini hanya berlaku untuk AMDK yang memiliki izin edar sehingga tidak berdampak terhadap depot air minum isi ulang," kata Penny dikutop dari Detik.

Maka dari itu, BPOM hanya akan memberikan label yang diberikan dalam AMDK untuk mengingatkan adanya potensi kandungan BPA. Rincian label wajib BPOM terkait produk berbahan polikarbonat berdasarkan Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 terkait Label Pangan Olahan meliputi, simpan di tempat bersih dan sejuk, hindari sinar matahari langsung serta benda tajam, dan pemasangan label peringatan potensi kandungan BPA.

Digital Dokterid
Jun 08  -  2 min read