Your browser does not support JavaScript!
Kabar Duka! Dinda Hauw Alami Pendarahan Hingga Keguguran
Kabar Duka! Dinda Hauw Alami Pendarahan Hingga Keguguran

Kabar duka datang dari pasangan Dinda Hauw dan Rey Mbayang, yang dikabarkan kehilangan calon anak kedua mereka. Melalui akun Instagram pribadinya, Dinda membagikan kronologi mulai dari mengetahui bahwa ia tengah mengandung hingga dinyatakan keguguran.

Dalam unggahannya, ia membuka kalimat dengan konotasi sedih. "Sampai ketemu lagi Adik. Singkat namun terasa sekali nyata nya…," buka ibu satu anak. Dinda kemudian menceritakan saat pertama melakukan tes kehamilan yang menandakan dirinya hamil beberapa waktu lalu hingga keluarnya gumpalan layaknya hati ayam pada saat dirinya pergi ke Paris.

Masih ragu akan keberadaan janin, sesampainya ke tanah air Dinda melakukan USG. Hasil USG pun menunjukkan bahwa dirinya tengah mengandung anak kembar. Meski demikian, kabar tersebut diikuti dengan kabar kurang baik, yakni salah satu kantung janin terlihat kosong.

"Tapi ini.. ada dua kantungnya.. satu ada janinnya.. dan yang satunya tidak berkembang alias kosong.." kata sang dokter tulis Dinda. Hal tersebut jelas mengejutkan Dinda dan Rey, namun mereka tetap menjalani hari-hari seperti biasa dengan bahagia hingga akhirnya musibah menimpa Dinda.

Seminggu setelah melakukan USG, Dinda mengalami pendarahan yang menyebabkan dirinya harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan pada janinnya, terdeteksi bahwa jantung pada janin di dalam kandungannya tak lagi berdetak. "Janin sudah tidak ada detak jantungnya…" ucap dokter.

Penyebab keguguran pada masa awal kehamilan

Pendarahan menjadi salah satu tanda dari keguguran, baik disertai dengan rasa sakit maupun tidak. Perlu diingat bahwa keguguran bukanlah hal yang disebabkan oleh calon ibu, maupun aktivitas seperti berolahraga, bekerja, stres, berhubungan intim, ataupun menggunakan pil KB sebelum hamil.

Sekitar hampir setengah dari kasus keguguran terjadi ketika embrio tidak berkembang dengan baik. Ini biasanya disebabkan oleh jumlah kromosom yang tidak normal. Kromosom berada di setiap sel tubuh dan membawa gen untuk bagaimana orang berkembang dan berfungsi.

Selama pembuahan, ketika sel telur dan sperma bergabung, dua set kromosom bersatu. Jika sel telur atau sperma memiliki lebih banyak atau lebih sedikit kromosom dari biasanya, embrio juga akan memiliki jumlah yang tidak normal. Hal tersebut dapat menyebabkan keguguran.

Digital Dokterid
Mar 23  -  2 min read