Your browser does not support JavaScript!
Jujur, Kamu Sudah Menerima Vaksin Hpv?
Jujur, Kamu Sudah Menerima Vaksin HPV?

Penelitian terbaru dari Inggris mengungkapkan adanya efek cukup signifikan dari penggunaan vaksin HPV (Human Papillomavirus) dengan tingkat risiko kanker serviks. Penelitian yang dipublikasikan The Lancet itu menyebutkan adanya penurunan sebanyak 87% risiko seseorang terkena kanker serviks bila sudah melakukan vaksin HPV.

Penelitian itu, seperti dilansir dari laman Scary Mommy, telah mengumpulkan data dari Juni 2006 - Juni 2019 terhadap 7 kelompok perempuan dan membandingkan antara perempuan yang telah dan belum mendapatkan vaksin HPV. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat 450 kasus lebih sedikit terhadap kasus kanker serviks di Inggris. 

Pada perempuan remaja rentang usia 12-13 tahun yang telah menerima vaksin HPV terjadi penurunan risiko paling signifikan, yakni 87%. Sedangkan remaja usia 14-16 tahun cenderung lebih rendah, yakni 62 persen. 

Bila disimpulkan, semakin muda individu mendapatkan vaksin HPV, maka semakin baik untuk mencegah terkenanya kanker serviks di kemudian hari, ketimbang individu yang melakukan vaksin di usia dewasa.

Apa itu vaksin HPV?

Melansir laman Alodokter, vaksin HPV merupakan vaksin yang digunakan untuk menjaga tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV). Pada umumnya, target penggunaan vaksin ini antara lain adalah anak-anak yang memasuki usia remaja. 

HPV merupakan sebuah virus yang menyerang kulit tubuh manusia. Biasanya virus ini menular dengan adanya kontak secara langsung dari kulit sang pengidap, terlebih melalui hubungan intim. 

Vaksin HPV ini tidak hanya diberikan kepada kaum perempuan, melainkan laki-laki pun perlu menggunakan vaksin ini. Selain anak-anak yang memasuki usia remaja, HPV juga diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV. 


Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan jika ingin mendapatkan vaksin HPV melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico.

Digital Dokterid
Nov 08  -  2 min read