Your browser does not support JavaScript!
Jerawatan Karena Pakai Masker? Atasi Dengan Cara Ini
Jerawatan Karena Pakai Masker? Atasi Dengan Cara Ini

Apakah ada dari Sobat yang selama mengikuti penyebaran Covid-19 ini mengalami masalah pada kulit khususnya muncul jerawat pada wajah dikarenakan penggunaan masker setiap beraktifitas?

Seorang dermatologis di Manhattan, Amerika Serikat, Dr. Whitney Bowe mengatakan masker memperburuk masalah pada wajah yang sebenarnya sudah ada. Apalagi dengan udara panas serta kelembapan.

Karena itu, berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat akibat memakai masker:

  • Pilih bahan masker yang tepat

Dermatologis menganjurkan agar menggunakan masker kain yang 100 persen terbuat dari katun. Pilihan ini perlu agar kulit bisa bernapas.

Sementara jika udara panas, maka masker harus sering diganti agar tetap bersih.

"Anda perlu memperlakukannya seperti pakaian dalam dan sering-sering mencucinya," kata Dr. Candrice Heath, asisten profesor dermatologi di Sekolah Kedokteran Lewis Katz di Universitas Temple.

"Anda tidak ingin semua minyak, keringat, dan kotoran itu tetap ada di sana dan kemudian Anda mengenakan kembali ke wajah Anda terus-menerus," kata dia lagi.

  • Pangkas rutinitas perawatan kulit

Sebagian orang menggunakan terlalu banyak produk kecantikan, karena itu pertimbangkan untuk memangkas skin care yang dipakai ketika Anda rutin mengenakan masker. Cukup pakai pembersih wajah non-sabun yang lembut dan pelembab ringan yang bebas pewangi.

"Lebih sedikit bahan lebih baik daripada lebih banyak," saran Dr. S. Tyler Hollmig, direktur bedah dermatologis di Dell Medical School di University of Texas

Pelembap berfungsi ganda, selain melembabkan kulit, itu juga bisa melindunginya dari gesekan masker.

Alasan lain menggunakan lebih sedikit perawatan kulit adalah karena masker akan mengintensifkan penyerapan produk ke kulit.

  • Hindari make up

Jika memungkinkan, hindari memakai makeup. Cukup pakai pelembap kulit dan tabir surya.

Jika wajah Anda berkeringat saat memakai masker, seorang dokter kulit di New York, Shari Marchbein menyarankan untuk mengusap dengan micellar water atau cairan pembersih wajah sebagai langkah pencucian cepat.

Mencuci wajah bisa mengeringkan kulit lantaran akan mengelabui kulit dengan berpikir bahwa kulit perlu menghasilkan lebih banyak minyak sehingga dengan begitu justru bakal memberi Anda lebih banyak jerawat.

Jika sudah terlanjur berjerawat, disarankan untuk memakai pengobatan peroksida benzoyl hanya di area wajah yang terkena jerawat, dan mulai dengan konsentrasi 2,5 atau 5 persen, bukan 10 persen. Jika Anda menggunakan retinol, oleskan produk itu satu malam dan perawatan di tempat berikutnya.

Jika kulit mengalami hiperpigmentasi akibat jerawat sehingga jadi kehitaman, direkomendasikan untuk mengoleskan obat yang mengandung asam glikolat yang dapat mengobati noda dan penggelapan kulit.

Pasien dengan hiperpigmentasi sebaiknya memakai tabir surya bahkan saat di dalam ruangan, karena cahaya biru dari perangkat dapat membuat masalah menjadi lebih buruk.

Namun jika kulit yang berjerawat terasa ruam dan gatal, mungkin Anda menderita dermatitis kontak, yang kemungkinan diakibatkan dari bagian logam atau karet pada masker, atau beberapa kain--yang ketika dicuci dapat melepaskan formaldehyde, suatu iritan--dan pewarna.

Krim hidrokortison dapat membantu, meskipun tetap disarankan untuk menemui dokter kulit untuk diagnosa dan perawatan yang tepat.

Sumber: CNN

Dipo Hartono
Nov 07  -  3 min read