Your browser does not support JavaScript!
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?

Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya.

Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian.

Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini.

Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat.

Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui.

Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti:

• Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel)

• Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis)

• Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker)

• Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker

• Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker

Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik).

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti:

• Kanker usus besar dan rektum

• Kanker hati

• Kanker paru

• Kanker kulit (melanoma)

• Kanker pankreas

• Kanker prostat

• Kanker kulit lainnya

Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita

Sumber: themindunleashed

Dipo Hartono
Jan 22  -  3 min read