Your browser does not support JavaScript!
Imbas Konflik Ukraina, Rusia Panic-buying Kontrasepsi Hingga Obat Tidur
Imbas Konflik Ukraina, Rusia Panic-buying Kontrasepsi hingga Obat Tidur

Konflik antara Rusia dengan Ukraina masih terus berlangsung, dan hal tersebut dikabarkan juga berimbas pada warga Rusia. Dilansir dari Reuters, warga Rusia dikabarkan borong obat-obatan, mulai dari antidepresan, obat tidur, hingga kontrasepsi.

Warga Rusia dikabarkan memborong stok sebulan hanya dalam waktu dua minggu. Meskipun polling  pendapat resmi menunjukkan sebagian besar orang Rusia mendukung keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina, media sosial, wawancara dan data anekdot menunjukkan banyak orang Rusia telah tertekan oleh beratnya sanksi yang dijatuhkan pada Moskow untuk mencoba memaksa menarik pasukannya.

Semenjak Presiden Putin mengumumkan adanya "operasi spesial" di Ukraina, banyak brand asing yang menyatakan bahwa mereka berhenti dan keluar dari Rusia. Tak sampai situ, nilai mata uang Rusia merosot terhadap dolar, dan harga kebutuhan sehari-hari pun melonjak semenjak tanggal 24 Februari.

"Aku menggunakan L-tiroksin karena aku memiliki masalah pada kelenjar tiroid jadi aku memakainya tiap hari dan aku takut terhadap hal tersebut," tutur salah satu warga Moskow. Ketakutan tersebut membuatnya memborong persediaan untuk beberapa bulan lebih awal karena takut terjadinya kelangkaan di tiap apotek.

Pada data penjualan terakhir, menunjukkan adanya kenaikan permintaan untuk produk obat-obatan produksi  luar negeri dengan permintaan untuk produk-produk Rusia untuk berkembang. Secara khusus, itu menunjukkan peningkatan tajam permintaan antidepresan, obat tidur, insulin, kanker dan obat jantung, hormon dan kontrasepsi.

Direktur umum dari DSM Group yang merupakan perusahaan pengumpulan data ungkapkan bahwa itu terjadi lantaran ketakutan. "Ketakutan pertama adalah segalanya dapat menjadi sangat mahal dan ketakutan kedua adalah obat-obatan tidak tersedia untuk beberapa waktu. Ketakutan tersebut yang membuat orang memborong segala jenis obat," jelas Sergei Shulyak.

 

Digital Dokterid
Mar 25  -  2 min read