Your browser does not support JavaScript!
Hasilkan Uang Lebih Banyak, Wanita Ini Rela Tinggalkan Profesi Dokter Demi Jadi Stripper
Hasilkan Uang Lebih Banyak, Wanita Ini Rela Tinggalkan Profesi Dokter Demi Jadi Stripper

Wanita berusia 21 tahun baru saja meninggalkan profesi yang menjanjikan demi menjadi seorang penari tiang (stripper). Mercedes Valentine akui bahwa dirinya menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan kekayaan orang tuanya.

Mercedes diketahui telah lulus dari sebuah universitas dengan first-class degree, yakni lulusan yang memudahkan seseorang mendapatkan gelar PhD tanpa harus memiliki atau menjalani gelar master.

Sebelumnya, calon dokter berkebangsaan Inggris itu hendak mengikuti jejak kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai dokter dan diketahui menghasilkan $260,000 atau sekitar hampir 4 miliyar rupiah per tahun bila digabungkan.

"Kedua orang tuaku dokter dan mereka mengetahui apa yang aku lakukan, namun ayahku tak mau mengatakan ‘penari tiang’ dan menyebutnya sebagai ‘senam tiang’," ucap Mercedes kepada Jam Press.

Melansir New York Post, Valentine mulai bekerja di klub tari telanjang pada Januari 2020, hanya beberapa bulan sebelum lockdown Covid-19.

Stripclub tempat ia bekerja dikabarkan sempat tutup akibat pandemi, penari yang banyak akal itu kemudian memutuskan untuk memulai akun OnlyFans guna memamerkan keahliannya dalam menari tiang. Usaha tersebut dilaporkan telah membuatnya menghasilkan lebih dari $250.000 dalam setahun terakhir.

Tak hanya tentang uang, keputusan Mercedes pun didasari dengan masa lalunya. Valentine didiagnosis dengan sindrom Ehlers-Danlos, yakni suatu kondisi yang membuatnya harus duduk di kursi roda dan harus belajar berjalan lagi ketika ia berusia 15 tahun .

Setelah dua tahun menjalani terapi fisik yang berat, Mercedes kembali bergerak dan bersiap mengikuti jejak orang tuanya, memasuki dunia kedokteran dengan mempelajari ilmu saraf.

Tetapi dengan energi baru, dia bergabung dengan gym universitas dan mendaftar untuk kelas menari tiang mingguan.

"Jika saya dapat menggunakan tubuh saya yang sekarang untuk membantu mengatur hidup saya, maka saya akan melakukannya," kata Mercedes.

Dirinya memiliki ketakutan untuk kembali duduk di kursi roda saat dirinya menginjak usia 30 tahun. Mengingat lulusan pertama di ahli saraf, dirinya berasumsi dapat kembali menekuni profesi dokternya ketika dirinya sudah tak bisa menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan penghasilan.

Digital Dokterid
Apr 22  -  2 min read