Your browser does not support JavaScript!
Hannah Al Rashid: Saya Dukung (permendikbud) 100 Persen
Hannah Al Rashid: Saya Dukung (Permendikbud) 100 Persen

Pro dan kontra Peraturan Mendikbud Ristek (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 masih berlanjut. Namun, bagi aktris Hannah Al Rashid, Permendikbud Ristek (Juga disebut Permendikbud 30) adalah peraturan yang sangat dibutuhkan.

Aktris film Aruna dan Lidahnya ini menilai, "Permendikbudristek 30/2021 adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan karena lengkap membahas unsur pencegahan, penanganan kasus, dan pemulihan bagi korban (Kekerasan seksual)".

Menurutnya, sebagaimana dilansir dari akun Instagram-nya, setiap orang di institusi pendidikan berhak untuk belajar dan berkembang dirinya di lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Korban berhak didengar dan dilindungi dari predator-predator.

Hannah mendukung Permendikbud karena punya pengalaman kurang menyenangkan sewaktu kuliah satu semester di Indonesia tahun 2006. Dirinya mengungkapkan bahwa pernah mengalami pelecehan seksual di kampusnya, tepatnya saat dirinya kuliah di UGM. 

Tak hanya terjadi satu kali. Hannah mengatakan bahwa sering terjadi pelecehan seksual yang menimpa para mahasiswi asing di kampusnya. Sebagaimana diketahui, Hannah merupakan perempuan berdarah campuran Perancis, sehingga menjadikan dirinya masuk ke dalam kelompok tersebut. 

Dalam ceritanya di akun Instagram-nya, perempuan berusia 35 tahun itu merasa bahwa terdapat perlakuan yang tak adil antara korban dan pelaku. Dirinya yang menjadi korban pada saat itu terpaksa harus menghindar serta mencari solusi atas kekerasan seksual yang ia alami. 

Tak hanya itu, Hannah juga akui tak punya tempat yang tepat untuk melaporkan pelecehan yang dialaminya. "Lebih dari sekali saya mengalami pelecehan seksual di UGM dan saya tidak pernah tau bisa lapor ke siapa, bahkan beberapa kali saya cerita ke orang, malah dianggap "itu memang biasa saja...not a big deal," tulisnya.

Dengan mendukung Permendikbud Ristek 30/2021, Hannah berharap bahwa orang di institusi pendidikan memiliki hak untuk belajar di lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Para korban memiliki hak untuk didengar serta dilindungi dari para pelaku kekerasan seksual. 

"Saya mendukung (Permendikbud) ini 100%. Solidaritas selalu dan untuk penyintas di luar sana, you are not alone, kita berjuang bersama," ujar Hannah.

Stop kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mari bersatu lawan pelanggar dan berdiri bersama penyintas.

 

Digital Dokterid
Nov 16  -  2 min read