Your browser does not support JavaScript!
Halal Bihalal Diperbolehkan, Tapi Makan-minum Dilarang?
Halal Bihalal Diperbolehkan, Tapi Makan-Minum Dilarang?

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diketahui mendapatkan pelonggaran dari pemerintah RI. Pemerintah diketahui memperbolehkan aktvitas berkumpul saat bulan Ramadan, mulai dari buka bersama, mudik, hingga halal bihalal saat lebaran Idul Fitri.

Meski memberikan kelonggaran kepada masyarakat, namun pemerintah mengimbau masyarakatnya untuk menaati sejumlah hal. Seperti imbauan terbaru yang diberikan oleh pemerintah terkait halal bihalal adalah larangan untuk minum maupun makan saat berkunjung ke rumah orang lain.

"Untuk kegiatan halal bihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau untuk tidak ada makan dan minum. Makan dan minum pun harus dengan sesuai jarak dan tempat," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dikutip dari CNN Indonesia.

Sama anehnya dengan imbauan sebelumnya, yakni pemerintah mengimbau masyarakat yang hendak melakukan buka bersama untuk tidak mengobrol selama proses buka bersama dan imbauan tersebut tak sedikit menuai kontroversi.

Tak hanya soal buka bersama dan halal bihalal, pemerintah pun memberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku mudik. Masyarakat yang hendak melakukan mudik diharuskan untuk memenuhi vaksin dosis ketiga atau booster.

Meski diharuskan, namun masyarakat yang belum kebagian untuk lakukan booster dapat mengganti syarat tersebut den gan melakukan tes antigen, dan PCR bagi masyarakat yang baru mendapatkan vaksin pertama.

 

Digital Dokterid
Apr 19  -  2 min read