Your browser does not support JavaScript!
Flu Babi Dan Kehamilan
Flu Babi dan Kehamilan

Saat hamil, sakit merupakan hal terakhir yang Anda inginkan, terutama menderita flu atau flu babi. Walaupun menderita flu babi tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, akan tetapi gejala mungkin dapat berlangsung lebih lama bila Anda sedang hamil dan lebih beresiko menyebabkan terjadinya pneumonia (radang paru akut).

Berbagai perubahan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh Anda selama kehamilan membuat tubuh Anda semakin sulit melawan berbagai jenis infeksi, termasuk flu dan flu babi. Mengalami flu babi saat hamil dapat menyebabkan persalinan terjadi lebih cepat (prematur), dan walaupun sangat jarang mungkin dapat mengganggu kesehatan bayi Anda.

Gejala flu babi biasanya hampir menyerupai dengan gejala flu lainnya seperti:

  • Batuk

  • Nyeri tenggorokan

  • Demam

  • Hidung meler atau mampet

  • Nyeri kepala

  • Menggigil

  • Nyeri otot

  • Muntah atau diare

 

Apakah Vaksin Flu Dapat Membantu?

Salah satu cara untuk mencegah terinfeksi flu babi adalah dengan menerima vaksin flu. Menurut para ahli, vaksin flu cukup aman diberikan pada wanita hamil sepanjang masa kehamilan. Vaksin ini dapat membantu melindungi bayi Anda sebelum dan setelah dilahirkan nanti. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menerima vaksin yang disemprotkan langsung ke hidung (nasal spray).

 

Pencegahan

Seperti halnya semua jenis virus flu lainnya, virus flu babi (pH1N1) ditularkan melalui udara atau permukaan benda yang terkontaminasi oleh batuk atau bersin penderita. Untuk melindungi diri Anda dan bayi Anda dari infeksi virus ini, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Cuci tangan Anda sesering mungkin

  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda hingga Anda telah mencuci tangan Anda

  • Hindari kontak langsung dengan penderita flu

  • Pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh Anda dengan tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, mengkonsumsi banyak air putih, dan mengkonsumsi diet sehat

Bayi baru lahir yang mengalami flu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat. Jika Anda sedang mengalami flu saat proses persalinan, maka dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengenakan masker selama proses persalinan berlangsung untuk mencegah penularan virus flu pada bayi Anda.

Selain itu, dokter Anda juga akan menganjurkan Anda untuk menghindari kontak langsung dengan bayi Anda yang baru lahir, termasuk menyusui dan tidur dalam 1 kamar, hingga Anda telah mengkonsumsi obat anti virus selama 48 jam dan gejala Anda telah membaik. Selama menderita flu, Anda masih tetap dapat memberikan ASI pada bayi Anda, tetapi tidak secara langsung (ASI dipompa dan dimasukkan ke dalam botol).

Jika Anda mengalami flu setelah bayi Anda lahir, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin harus berhenti menyusui hingga Anda telah memulai proses pengobatan. ASI mengandung berbagai jenis antibodi yang dapat membantu bayi Anda melawan infeksi virus. Anda tetap daapt menyusui selama mengkonsumsi obat anti virus.

Lindungi bayi Anda agar tidak tertular dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu:

  • Cucilah tangan Anda sebelum menyentuh bayi Anda

  • Gunakan masker wajah saat menyusui

  • Jangan batuk atau bersin pada siku tangan Anda karena siku tangan merupakan tempat Anda meletakkan kepala bayi Anda saat menyusui

 

Kapan Hubungi Dokter?

Jika Anda menduga Anda menderita flu, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Bila Anda tinggal dengan seseorang yang sedang menderita flu, dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi obat anti virus hingga 2 minggu setelah proses persalinan berlangsung.

Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:

  • Sesak napas atau mengalami kesulitan bernapas

  • Merasa pusing secara mendadak

  • Mengalami nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan

  • Mengalami muntah hebat atau terus-menerus

  • Mengalami demam tinggi

  • Merasakan gerakan bayi Anda berkurang atau bayi Anda sama sekali tidak bergerak

 

Sumber: webmd

Editor Dokter.id
Nov 28  -  6 min read