Your browser does not support JavaScript!
Faktor Resiko Terjadinya Migrain
Faktor Resiko Terjadinya Migrain

Terdapat beberapa hal yang telah dikenal dapat meningkatkan resiko terjadinya migrain pada orang-orang tertentu dan sayangnya tidak ada satu pun faktor resiko tersebut yang dapat dikendalikan.

 

Riwayat Keluarga

Genetika merupakan salah satu hal yang juga berperan dalam terjadinya migrain, walaupun para peneliti masih tidak berhasil menemukan gen spesifik yang terlibat. Sekitar 70-80% penderita migrain memiliki anggota keluarga dekat yang juga menderita migraine.

Bila salah satu orang tua menderita migrain, maka anaknya pun memiliki kemungkinan menderita migrain juga hingga sebanyak 50%. Jika kedua orang tua menderita migraine, maka anaknya pun memiliki resiko hingga 75% untuk menderita migrain juga.

 

Jenis Kelamin dan Perubahan Kadar Hormonal

Wanita memiliki resiko 3 kali lebih tinggi untuk menderita migrain dibandingkan dengan pria. Akan tetapi, pada anak-anak, migrain justru lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Perubahan kecenderungan ini tampaknya terjadi setelah anak memasuki masa pubertas. Hal ini mungkin dikarenakan hormon estrogen juga memiliki peranan dalam terjadinya migrain.

Selain itu, migrain juga sering terjadi pada wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan, setelah melahirkan, dan saat seorang wanita mengkonsumsi pil KB atau melakukan terapi sulih hormon. Serangan migrain biasanya akan berkurang saat kehamilan memasuki trimester ke 2 dan 3. Karena beberapa jenis obat migrain dan suplemen herbal tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mengkonsumsi obat apapun.

 

Usia

Sekitar setengah penderita migrain mengalami gejala migrain pertamanya saat masih berusia kurang dari 20 tahun. Akan tetapi, serangan migrain sebenarnya lebih sering diderita oleh orang yang berusia antara 25-55 tahun.

Serangan migrain biasanya akan berkurang dengan cukup signifikan setelah wanita memasuki masa menopause. Segera hubungi dokter Anda bila Anda tidak pernah memiliki riwayat migrain sebelumnya dan justru baru mengalaminya saat telah berusia lebih dari 50 tahun.

 

Gangguan Kesehatan Lainnya

Seorang penderita migrain biasanya juga menderita gangguan kesehatan lainnya seperti depresi, gangguan cemas, stroke, epilepsi, irritable bowel syndrome (IBS), dan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita migrain.

 

Sumber: healthline

Editor Dokter.id
Feb 04  -  2 min read