Your browser does not support JavaScript!
Dukung Korban, Bukan Bersimpati Kepada Pelaku!
Dukung Korban, Bukan Bersimpati kepada Pelaku!

Kekerasan atau kejahatan seksual dapat menimpa siapapun, baik perempuan maupun laki-laki. Meski demikian, dalam kebanyakan kasus, perempuan kerap menjadi korban daripada kekerasan maupun kejahatan seksual. Kebanyakan pelaku dari kasus tersebut tak lain adalah laki-laki. 

Belakangan ini, banyak sekali kasus kekerasan seksual yang dipublikasikan melalui media digital, yang terakhir adalah kasus aktor Korea, yakni Kim Seon Ho, yang dikabarkan memaksa sang mantan kekasih untuk mengaborsi janin yang ada di dalam kandungannya. 

Dalam kebanyakan kasus, termasuk kasus yang terjadi pada Kim Seon Ho, media cenderung mengambil pandangan dari sudut pandang sang pelaku. Sejumlah media cenderung mengisahkan serta menyayangkan nasib yang mungkin akan diterima oleh pelaku dari tindakan kejahatan seksual, dan hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari Himpathy. 

Apa itu Himpathy?


Himpathy merupakan sebuah rasa simpati yang berlebihan terhadap pelaku dari suatu kekerasan atau kejahatan seksual. Himpathy ini cenderung akan menyorotkan pada nasib dari para pelaku dibandingkan dengan nasib para korban. 

Disadur dari akun Indonesia Feminis, laki-laki cenderung mendapat simpati karena kedudukannya yang berpengaruh di dalam masyarakat serta privilese yang dimilikinya. 

Apa dampak dari Himpathy bagi korban?


Himpathy dapat memberikan kebahayaan bagi para korban. Pasalnya, Himpathy sendiri menyebabkan adanya kepedulian yang bersifat kolektif, konsiderasi, yang justru diberikan kepada orang-orang yang memiliki privilese di dalam masyarakat, yakni laki-laki. 

Dengan adanya konsiderasi dan lain hal sebagainya kepada pihak laki-laki atau pelaku, membuat para korban trauma dan tidak memiliki celah untuk mengutarakan pengalaman kurang menyenangkan yang telah dialaminya. 

Hak dan kebebasan perempuan untuk berbicara berkurang ketika masyarakat cenderung meletakkan nilai atas bagaimana tuduhan dari tindakan kejahatan akan menghancurkan reputasi laki-laki lebih tinggi dibandingkan pengalaman perempuan yang seharusnya lebih disorot. 

Pola umum dari Himpathy di dalam masyarakat meliputi:

  • Diskusi yang berfokus kepada para pelaku
  • Menghilangkan pengalaman yang dialami oleh korban kekerasan atau kejahatan seksual
  • Bersimpati kepada masa depan pelaku yang mungkin akan hancur
  • Semakin tinggi kedudukan pelaku, maka akan lebih banyak pelaku mendapatkan simpati dari masyarakat
  • Rasa apatis terhadap kesaksian serta penderitaan yang dialami korban


Apa kamu sedang mengalami masalah seputar relationship? Konsultasi sekarang dengan Relationship Counselor kami melalui layanan Telekonsultasi!

Digital Dokterid
Oct 29  -  3 min read