Your browser does not support JavaScript!
Dikeroyok Massa, Ade Armando Ditelanjangi Hingga Alami Pendarahan Otak
Dikeroyok Massa, Ade Armando Ditelanjangi Hingga Alami Pendarahan Otak

Aksi demo oleh mahasiswa BEM seluruh Indonesia telah berlangsung di depan gedung DPR pada 11 April 2022. Dalam aksi tersebut, satu orang dikabarkan menjadi korban dari amukan massa, yakni Ade Armando.

Amukan oleh sekelompok orang yang diketahui bukan termasuk kelompok mahasiswa itu membuat Ade Armando mengalami pendarahan otak. Tak hanya dikeroyoki, Ade pun ditelanjangi di tengah kerumunan massa oleh kelompok tersebut.

Sebelum dikeroyoki massa, Ade sempat disebut buzzer, munafik, pengkhianat, hingga penjilat. Ade mengaku bahwa kehadirannya bertujuan untuk mendukung aksi para mahasiswa yang menolak untuk perpanjangan jabatan presiden, sebagaimana dikutip dari video YouTube Tribun News.

Mengutip dari Detik, Ade dilarikan ke HCU Rumah Sakit Siloam Jakarta Selatan. "Tadi jam 10 atau jam 11 malam dipindahkan ke HCU. Jadi nggak ada siapa pun yang bisa jenguk kecuali keluarga terdekat," tutur sahabat Ade Armando, Nong Darol Mahmada.

Kondisi yang dialami pria berusia 61 tahun itu disebabkan oleh benturan yang keras di kepala saat tengah dikeroyoki. Pendarahan otak pun dapat memberikan efek yang fatal, tergantung pada tingkat keparahannya.

"Kalau pendarahan ringan akan sembuh seperti sediakala. Namun, butuh waktu untuk penyerapan bekuan darah yang terjadi. Pendarahan yang parah tentu bisa saja meninggal dunia," jelas Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, dr Mursyid Bustami, SpS(K) KIC MARS.

Siapa sosok Ade Armando?

Ade Armando dikenal sebagai pegiat media sosial di Indonesia juga Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Ia juga seorang ahli komunikasi, jurnalis Indonesia, dan dosen.

Melansir dari Tirto, Ade juga sempat membuat pernyataan kontroversi beberapa kali. Polisi sempat menetapkan Ade sebagai tersangka dalam dugaan kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) terkait kasus penistaan agama.

Selain itu, sang pendiri Lembaga Media Ramah Keluarga (MARKA) juga sempat mengejek Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan menjadikannya meme. 2017 silam, Ade pun membuat geram warganet dengan menuliskan status di Facebook bahwa Allah bukan orang Arab.

Masih di tahun yang sama, Ade dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus tindak pidana ujaran kebencian SARA dalam UU ITE dengan memuat gambar Habib Riziek dengan sejumlah ulama yang mengenakan topi Santa Claus. Terakhir yang diketahui, Armando dilaporkan kembali ke Polda Metro Jaya pada 2018 silam terkait pernyataan bahwa suara adzan dianggap tidak suci.  

 

Digital Dokterid
Apr 13  -  2 min read