Your browser does not support JavaScript!
Dianggap Lemah Syahwat, Seorang Suami Menuntut Sang Istri
Dianggap Lemah Syahwat, Seorang Suami Menuntut Sang Istri

Mengejek sang suami nyatanya dapat berujung pada hukuman percobaan bagi sang istri. Dikutip dari CNN Indonesia, wanita berinisial R divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Surabaya lantaran mengejek suaminya lantaran lemah syahwat di muka umum.

Dengan tuntutan yang diberikan oleh sang suami, Ari Widodo memutuskan terdakwa R mendapatkan hukuman 3 bulan penjara percobaan selama 1 tahun. Dengan kata lain, terdakwa akan benar-benar menjalani kurungan selama 3 bulan bila melakukan hal yang sama dalam kurun waktu setahun.

R didakwa dengan Pasal 310 dan 311 KUHP terkait penghinaan dan pencemaran nama baik. "Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penghinaan," jelas putusan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Apa yang dimaksud lemah syahwat?

Lemah syahwat atau impotensi merupakan kata lain dari disfungsi ereksi. Lemah syahwat merupakan kondisi di saat seseorang tak mampu mendapatkan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim.

Menurut penelitian pada American Journal of Medicine, pertambahan usia menjadi faktor risiko dari lemahnya syahwat yang berdampak pada terganggunya kehidupan seksual serta memengaruhi kepercayaan diri dan menjadi pemicu stres, sebagaimana mengutip dari Detik.

Terdapat berbagai penyakit dan efek samping obat yang dapat mengganggu proses tersebut dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

  • Diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronik yang seringkali menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah bila kadar gula darah tidak terkontrol. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah ini dapat menyebabkan gangguan ereksi. Risiko disfungsi ereksi meningkat menjadi dua kali lipat bila anda menderita diabetes yang tidak terkontrol.

  • Penyakit Ginjal

Gangguan ginjal dapat mengganggu berbagai hal yang diperlukan untuk mencapai ereksi, mulai dari saraf, pembuluh darah, hormon, dan bahkan energi serta gairah seksual anda. Berbagai obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal juga dapat menyebabkan gangguan ereksi.

  • Gangguan Neurologis

Untuk mencapai ereksi, diperlukan kerja saraf yang normal. Bila terdapat gangguan pada sistem penghantaran impuls saraf seperti pada stroke, sklerosis multipel, Alzheimer, dan Parkinson maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

  • Penyakit Pembuluh Darah

Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang mencapai penis dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Aterosklerosis (pengerasan pada dinding pembuluh darah), tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol total yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya disfungsi ereksi.

  • Kanker dan Pembesaran Prostat

Kanker prostat tidak menyebabkan gangguan ereksi. Pengobatan kanker prostatlah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen. Lain halnya dengan pembesaran prostat. Pembesaran prostat diduga berhubungan dengan kasus disfungsi ereksi pada pria usia lanjut.

  • Tindakan Pembedahan

Tindakan pembedahan pada prostat atau kandung kemih dapat merusak saraf dan jaringan yang diperlukan untuk mencapai ereksi. Disfungsi ereksi akibat proses pembedahan dapat bersifat sementara atau permanen. Biasanya keluhan akan menghilang dalam waktu 6-18 bulan. Bila keluhan masih berlanjut mungkin telah terjadi disfungsi ereksi permanen. Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami hal ini.

  • Cedera

Cedera pada panggul, kandung kemih, serabut saraf, dan penis yang memerlukan tindakan pembedahan juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

  • Gangguan Hormon

Hormon testosteron merupakan hormon yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual anda. Gangguan keseimbangan hormon dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal adalah tumor kelenjar pituitari, penyakit ginjal, penyakit hati, depresi, dan terapi hormon pada penderita kanker prostat.

  • Rokok, Alkohol, dan Penggunaan Obat-obatan Terlarang

Ketiga hal di atas dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah anda, yang kemudian mengganggu aliran darah pada penis anda, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi bila anda juga menderita aterosklerosis.

  • Obat-obatan Tertentu

Banyak sekali obat-obatan yang mempunyai efek samping disfungsi ereksi. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat-obatan yang akan anda gunakan.

Digital Dokterid
Apr 01  -  4 min read