Your browser does not support JavaScript!
Dampak Keguguran Seperti Kisah Jessie J
Dampak Keguguran Seperti Kisah Jessie J

Penyanyi Jessie J membagikan kesedihannya melalui akun Instagram pribadinya, belum lama ini. Ia sedang merasa sedih karena mengalami keguguran. 

Dalam unggahan tersebut, Jessie menceritakan bahwa perasaannya sedanhancur karena kehilangan 'orang yang disayanginya'. Tak hanya perasaan sakit secara fisik, namun ia juga mengaku trauma. 

Ia juga mengatakan, kehilangan bayi dalam kandungan merupakan hal paling buruk yang pernah dialaminya. Tak hanya sekadar menyampaikan pengalaman diri sendiri, ia juga terlihat menyemangati para calon ibu yang kehilangan janin mereka. 

Dalam caption Instagram-nya, Jessie juga bersikeras bahwa manusia sangat wajar merasakan kesedihan, kelemahan, kelelahan dari segala rasa sakit yang ada. 

Sebelumnya pada tahun 2018, ia sempat divonis tidak dapat mengandung karena masalah kesuburan. Oleh sebab itu, ia sangat bahagia ketika ia mengetahui bahwa dirinya bisa mengandung setelah menjalani kehamilan mandiri demi mendapat keturunan.

"..Saya memutuskan untuk memiliki bayi sendiri. Karena hanya itu yang saya inginkan dan hidup ini singkat. Untuk hamil adalah keajaiban tersendiri dan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan dan saya tahu akan saya miliki lagi.." - beberapa tulis Jessie J di Instagram pribadi, November lalu.

Apa dampak keguguran pada kesehatan mental?

Dilansir dari laman Figo.org, keguguran merupakan sebuah peristiwa traumatis yang dapat memberikan dampak yang berbeda-beda pada wanita, namun biasanya berujung pada kehilangan, anxiety, depresi, hingga Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). 

Dari sumber yang sama, ditemukan hasil 30-50 persen wanita yang mengalami keguguran juga mengalami anxiety dan 10-15 persen lainnya mengalami depresi yang berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. 

Berdasarkan National Institute of Health and Care Excellence (NICE) di Inggris, kesedihan yang disebabkan oleh keguguran dapat dibedakan melalui sifat, intensitas, dan durasinya dengan kesedihan yang dialami oleh orang lain yang mengalami kehilangan jenis lainnya. 

Sebuah penelitian berjudul Miscarriage and ectopic pregnancy may trigger post-traumatic stress disorder menemukan 4 dari 10 wanita mengalami gejala PTSD dalam 3 bulan sejak mengalami keguguran. 

Gejala PTSD disertai dengan adanya mimpi buruk, flashback, dan merasakan kembali perasaan yang diselimuti dengan rasa kehilangan. - Sumber foto dari netherlandsnewslive.com

 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang! 

Digital Dokterid
Dec 20  -  3 min read