Your browser does not support JavaScript!
Covid-19 Belum Usai, Dua Warga Amerika Dikabarkan Terinfeksi Hantavirus
Covid-19 Belum Usai, Dua Warga Amerika Dikabarkan Terinfeksi Hantavirus

Hantavirus merupakan virus yang pertama kali ditemukan di Korea Selatan yang diperoleh dari hewan pengerat dan tikus yang dapat memaparkan manusia serta berpotensi menjadi penyakit mewabah. Awalnya, hantavirus bersarang pada urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat dan tikus. Untuk penularan hantavirus ke manusia dapat terjadi melalui perantara udara.

Sudah ada sejak lama, namun pada laporan kesehatan terkini, 4 Maret 2022 hantavirus kembali muncul dan dikabarkan telah menginfeksi dua warga kota Washington DC, Amerika Serikat. Korban di AS dikabarkan mengalami penyakit hemoragik dan pernapasan yang mematikan.

Sebelumnya pada tahun 2017 silam, tiga orang di Washington DC dilaporkan meninggal akibat dari wabah infeksi hantavirus sebagaimana dikutip dari Reuters. Korban dari wabah tersebut dikabarkan meliputi pria dan wanita dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun.

Kota Washington DC dikenal dengan kota yang memiliki banyak sarang tikus. Mengutip dari Kompas, populasi tikus terus meningkat di Washington DC sekitar 400 persen sejak tahun 2014-2017. Total keluhan kembali meningkat pada tahun 2020-2021 sebanyak 40 persen.

Dikutip dari Ars Technica, wabah ini dapat menyebabkan dua jenis penyakit, yakni hemorrhagic fever with renal syndrome (HRFS) yang merupakan gangguan pada pembuluh darah dan ginjal, dan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang merupakan gangguan pada pernapasan atau paru-paru.

Berdasarkan laporan dari Centers for Disease Control and Prevention, HRFS dapat dikenali dengan adanya demam, menggigil, mual dan sakit kepala, kemudian dapat berlanjut pada tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran vaskular, dan gagal ginjal akut.

HPS merupakan jenis hantavirus yang dikenal di Amerika Serikat yang juga disebut sebagai ‘New World’, sedangkan HFRS dapat ditemukan di Asia dan Eropa yang juga disebut sebagai ‘Old World’. Mengutip dari Detik, HPS menjadi salah satu sindrom yang disebabkan oleh hantavirus yang memiliki tingkat kematian sekitar 38 persen.

Digital Dokterid
Mar 07  -  2 min read