Your browser does not support JavaScript!
Cinta Lama Bersemi Kembali, Wajarkah?
Cinta Lama Bersemi Kembali, Wajarkah?

Pernah merasakan godaan untuk kembali ke pelukan mantan kekasih? Jika jawaban iya, kamu sedang merasakan gejala dari istilah "Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK)". 

CLBK merupakan sebuah hasrat hati atau juga dikenal dengan istilah cravings dalam bahasa Inggris. CLBK sendiri memiliki istilah hasrat hari dalam mendambakan apa yang pernah ada atau apa yang pernah dialami. Kamu mungkin merasakan perasaan yang nyata akan kasih sayang dan cinta yang kamu pernah rasakan ketika bersamanya. 

Menurut Estepha Francisque, LCSW, LISW dari Forward Ethos Counseling, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Francisque mengatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar untuk terhubung serta merasa aman, dan dalam hal ini bukan tidak mungkin akan termanifestasi dalam keinginan untuk kembali dengan mantan. 

Perasaan cinta dan sayang yang kembali dirasakan merupakan respon natural dari kebutuhan emosional kita. Karena nyatanya, kita menginginkan sesuatu yang aman dan sesuatu yang kita sudah tahu dan pernah rasakan. 

Secara psikologis, CLBK memberi endorphin kepada diri kita. Hal ini terjadi ketika otak mengirimkan sinyal bahwa lebih aman untuk berada dengan mantan kekasih, dan itu lah yang membuat rasa CLBK muncul. 

Pertimbangan perasaan CLBK yang perlu kamu ketahui

Perasaan CLBK mungkin memang wajar, namun untuk tidak berlanjut larut dalam perasaan tersebut, kamu harus ketahui apa yang membuat hubungan kamu berakhir. Menurut Dr. Elisa Robyn, PhD, penulis buku The Way of the Well mengatakan bahwa kamu harus ingat kenapa kamu mengakhiri hubungan tersebut, apa yang terjadi dan mengapa hal tersebut terjadi. 

Mempertimbangkan hal tersebut merupakan hal yang harus dilakukan untuk  mengetahui apakah kembalinya hubungan kamu dengan mantan dapat dikatakan worth it atau hanya sekadar perasaan belaka saja. 

Memberikan kesempatan kedua merupakan hal yang dapat dipertimbangkan, namun kamu perlu tahu bahwa ada baiknya untuk mempertimbangkan secara matang dan didasari dengan kesadaran psikologis, sehingga kamu dapat mengetahui apakah sehat untuk kembali bersamanya atau justru lebih baik untuk move on. 

Ditulis oleh Cory Elisabeth, Expert dalam Marriage Counseling

Digital Dokterid
Nov 17  -  2 min read