Your browser does not support JavaScript!
Cacar Monyet Menyebar Lewat Udara, Akan Wajib Masker Part 2?
Cacar Monyet Menyebar Lewat Udara, Akan Wajib Masker Part 2?

Kasus cacar monyet di dunia semakin marak, kini negara tetangga pun seperti Singapura yang kabarnya telah terdeteksi sejumlah kasus cacar monyet. Cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang menular melalui kontak erat, namun baru-baru ini ada anggapan baru terkait penularan cacar monyet.

Baru-baru ini muncul kabar bahwa cacar monyet atau monkeypox dapat menular melalui udara atau (airborne). Kabar tersebut membuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengimbau untuk mengenakan makser saat berpergian.

"Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan memberi tahu wisatawan dan dokter tentang masalah kesehatan saat ini yang memengaruhi kesehatan pelaku perjalanan, seperti wabah penyakit, acara atau pertemuan khusus, dan bencana alam, di tujuan di seluruh dunia," lanjut CDC. "Di negara-negara di mana ada wabah cacar monyet saat ini, CDC terus merekomendasikan masker dalam situasi berisiko tinggi termasuk untuk petugas kesehatan, atau untuk orang lain yang mungkin melakukan kontak dekat dengan orang yang telah dikonfirmasi dengan cacar monyet," jelas CDC dikutip dari Fox News.

Umumnya, imbauan CDC ini dilakukan untuk melindungi diri sekaligus mencegah dari beragam penyakit saat tengah melakukan perjalanan. Tak hanya diimbau untuk mengenakan masker, namun masyarakat juga diimbau untuk tidak makan makanan tertentu.

Orang harus menghindari makan atau menyiapkan daging dari hewan buruan atau menggunakan produk yang berasal dari hewan liar dari Afrika dan menghindari kontak dengan bahan yang terkontaminasi yang digunakan oleh orang sakit atau yang bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi.

Meski sebelumnya dikabarkan bahwa mayoritas dari orang yang terpapar cacar monyet adalah kelompok pria gay dan biseksual, namun ahli mengingatkan bahwa siapapun dapat berpotensi terpapar cacar monyet.

 

Digital Dokterid
Jun 09  -  2 min read