Your browser does not support JavaScript!
Bukan Who, Tapi Whn Yang Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Pandemi
Bukan WHO, Tapi WHN yang Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Pandemi

Penyakit cacar monyet diketahui telah menginfeksi 3,417 orang di 42 negara. Meski jumlah pasiennya banyak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum dapat menetapkan penyakit ini sebagai pandemi.

WHO memang tidak menetapkan status cacar monyet menjadi pandemi, namun kabarnya WHN telah mendahului WHO dan menetapkan penyakit tersebut sebagai pandemi. Ya, Jaringan Kesehatan Dunia (WHN) baru-baru ini muncul dan disebut sebagai saingan WHO.

"Jaringan Kesehatan Dunia (WHN) menyatakan wabah cacar monyet sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Global, yang menunjukkan bahwa wabah ini tidak terbatas pada satu negara atau wilayah dan harus ditangani dengan tindakan segera yang diambil di mana pun penularan komunitas terjadi di untuk memastikan bahwa upaya paling sedikit diperlukan dan dampak terkecil yang diderita akibat wabah ini," tulis WHN dalam situs resminya.

WHN pun mendesak WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk mencegah cacar monyet menjadi bencana.

"WHO perlu segera mendeklarasikan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Kepedulian Internasional (PHEIC) -- pelajaran dari tidak mengumumkan (Covid-19) PHEIC segera pada awal Januari 2020 harus diingat sebagai pelajaran sejarah tentang apa yang bertindak terlambat pada epidemi dapat berarti bagi dunia," kata Eric Feigl-Ding, PhD, ahli Epidemiologi dan Ekonom Kesehatan, dan salah satu pendiri WHN dikutip dari Business Insider.

Melansir WHN mengatakan bahwa tujuan penting dari menyatakan cacar monyet atau monkeypox sebagai pandemi adalah untuk mencapai upaya bersama di berbagai negara atau di seluruh dunia untuk mencegah bahaya yang meluas.

Pemberitahuan yang juga disebarkan oleh WHN melalui platform Twitter itu tuai ketidaksetujuan warganet. "WHO merupakan satu-satunya badan yang dapat mendeklarasikan sesuatu menjadi pandemi. Ini merupakan informasi salah yang berbahaya, mohon hentikan," komen salah satu pengguna Twitter.

Tak hanya warganet yang tak setuju dengan WHN, namun ahli epidemiologi asal Griffith University pun memiliki pandangan yang sama. "Tidak ada kaitan. Hanya karena ada nama ‘World Health’ bukan berarti organisasi kompeten. Fenomena lahirnya organisasi tandingan juga terjadi di dunia," kata Dicky Budiman dikutip dari Detik.

 

 

 

 

 

Digital Dokterid
Jun 24  -  2 min read