Your browser does not support JavaScript!
Beri Vaksin Covid-19 Dengan Air Garam, Dokter Di Singapura Diskors
Beri Vaksin Covid-19 dengan Air Garam, Dokter di Singapura Diskors

Seorang dokter di Singapura baru saja mendapatkan diskors terkait pemberian vaksin Covid-19 palsu kepada kelompok Healing the Divide, yakni kelompok anti-vaksin di Singapura. Dokter Jipson Quah diduga meminta bayaran hingga S$1.500 untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19 palsu, atau seharga 15 hingga 30 kali lipat dari harga dosis sebenarnya.

Melansir CNA, dokter umum Jipson Quah diskors oleh Dewan Medis Singapura (SMC) selama 18 bulan, keputusan tersebut diumumkan pada 23 Maret 2022. Dasar keputusan atas kasus tersebut diumumkan kepada publik pada 11 April 2022.

Tindakan skors yang diberikan kepada Quah sangat diperlukan guna melindungi masyarakat dan kepentingan umum dalam segi kesehatan.  

"Tindakan Dr Quah membawa konsekuensi kesehatan masyarakat dan menunjukkan kegagalannya untuk mempertahankan standar tertinggi integritas moral dan kejujuran intelektual dan untuk melindungi serta mempromosikan kesehatan individu dan masyarakat," jelas SMC dikutip dari Detik.

Quah dituduh menyuntikkan pasien dengan larutan garam sebagai ganti dari vaksin Covid-19 dan mengunggah status vaksinasi palsu ke Daftar Imunisasi Nasional Kementerian Kesehatan (MOH).

Dokter berusia 33 tahun itu diduga melakukan pemalsuan vaksinasi kepada sekitar 15 pasien, kata Panitia Perintah Sementara (IOC), menambahkan bahwa sebagian besar klinik hanya akan mengenakan biaya antara S$50 dan S$100 per dosis.

Selain mengunggah status vaksinasi palsu, Quah juga dituduh terlibat dalam pembuatan akun pasien palsu dan mengunggah hasil tes cepat antigen Covid-19 palsu ke portal Depkes untuk pasien yang tidak divaksinasi.

Tak sampai situ, ia juga dituduh memfasilitasi pengunggahan hasil pre-event testing (PET), yang diperoleh melalui pengujian jarak jauh yang tidak dilakukan secara real-time, yang pada saat itu tidak diperbolehkan.

Tak hanya mendapatkan diskors, Quah juga dikabarkan tengah menghadapi tuntutan pidana terpisah terkait penipuan terhadap Depkes, yakni pemalsuan vaksinasi kepada seorang wanita guna mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19.

Digital Dokterid
Apr 12  -  2 min read