Your browser does not support JavaScript!
Belajar Dari Kecanduan Pornografi Billie Eilish
Belajar dari Kecanduan Pornografi Billie Eilish

Seorang penyanyi berkebangsaan Amerika, Billie Eilish, mengatakan dirinya pernah kecanduan pornografi di usia yang amat muda, yakni 11 tahun, dan hal itu memengaruhi kesehatan mentalnya. 

Dilansir dari laman CNN, pelantun "Bad Guy" ini mengatakan, adiksinya terhadap pornografi telah menghancurkan otaknya. Tak hanya itu, ia juga kerap menderita mimpi buruk yang disebabkan oleh konten pornografi yang mengandung kekerasan di dalamnya. 

Dalam sebuah ballad yang bertajuk "Male Fantasy" dalam album keduanya "Happier Than Ever," ia menyanyikan tentang pengalamannya di masa lalu saat di rumah sendirian dan menyibukan diri dengan menonton pornografi yang diartikan melalui hubungannya yang hancur. 

Berkaca dari pengalaman Billie Eilish, orang tua perlu mengawasi anaknya ketika mereka sering berselancar di internet, baik saat bermain games atau browsing. Karena biasanya, iklan bermuatan pornografi kerap muncul di sejumlah situs.

Sebuah penelitian dari The Academy of American Pediatrics menemukan, sebanyak 42% anak berusia 10 hingga 17 tahun telah menonton konten pornografi secara online.

Sebagai orang tua, ada pentingnya untuk membuat ruang aman kepada anak. Hal tersebut dapat membantu dalam membicarakan kepada anak terkait dengan pornografi. 

Melansir laman Hai Bunda, Psikolog Klinis Christina Tedja mengatakan pornografi pada anak dapat menyebabkan adanya pembelajaran yang direkam oleh sang anak atas apa yang mereka saksikan. Pasalnya, pada usia terbilang muda, anak-anak tengah produktif dalam menerima informasi serta mengingat yang kemudian terjadinya proses belajar.

Ketika anak menemukan sebuah situs atau materi pornografi di internet, sebagai orang tua bisa langsung menjelaskan hal itu, bahwa situs itu kurang pantas ditonton anak. Kamu bisa menjelaskan dengan sopan dan jelas kepada sang anak. Dengan adanya penjelasan yang jelas, sang anak akan mengerti dan mematuhi peringatan yang kamu berikan. 

Kamu bisa memisahkan rasa malu dengan rasa penasaran sang anak untuk memudahkan anak lebih bersifat terbuka. Dengan sikap terbuka, maka kamu dan anak akan lebih mudah untuk mendiskusikan hal terkait pornografi. 


Konsultasikan masalah hubungan kamu melalui layanan Telekonsultasi by Telemedico sekarang!

Digital Dokterid
Dec 31  -  2 min read