Your browser does not support JavaScript!
Apakah Vaksin Hepatitis Boleh Diberikan Pada Wanita Hamil?
Apakah Vaksin Hepatitis Boleh Diberikan Pada Wanita Hamil?

Secara umum, belum ada bukti pasti bahwa pemberian vaksinasi pada ibu hamil dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Akan tetapi, secara teoritis, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup yang dilemahkan mungkin dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, pemberian vaksin berisi bakteri atau virus hidup ini tidak dianjurkan (kontraindikasi) pada ibu hamil.

Pemberian vaksin pada ibu hamil seringkali dipertimbangkan berdasarkan apakah manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya. Bila manfaat pemberian vaksin lebih besar daripada resikonya, maka pemberian vaksin pun dapat dipertimbangkan.

Vaksin hepatitis A merupakan vaksin inaktif seperti halnya vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin hepatitis A biasanya dianjurkan bila terdapat resiko lainnya yang lebih tinggi daripada resiko pemberian vaksin.

Seperti halnya vaksin hepatitis A, vaksin hepatitis B pun dapat diberikan pada ibu hamil. Berdasarkan beberapa data penelitian, vaksin hepatitis B tidak menimbulkan efek samping apapun pada janin di dalam kandungan dan tidak akan menyebabkan terjadinya infeksi hepatitis B pada janin.

Wanita hamil yang diduga beresiko tinggi terkena infeksi hepatitis B selama kehamilan sebaiknya memperoleh vaksinasi hepatitis B. Beberapa hal yang menyebabkan peningkatan resiko terjadinya infeksi hepatitis B pada wanita hamil adalah:

  • Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual dalam waktu 6 bulan terakhir
  • Pernah atau sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi penyakit  menular seksual
  • Pernah atau sedang menggunakan obat-obatan yang disuntikkan
  • Memiliki pasangan seksual yang menderita HBsAg positif (menderita infeksi hepatitis B)

 

Sumber: cdc

Oct 18  -  2 min read