Your browser does not support JavaScript!
Apa Yang Dilakukan Gula Di Dalam Tubuh?
Apa yang Dilakukan Gula di Dalam Tubuh?

Saat Anda mengkonsumsi suatu makanan yang manis maka indra pengecap Anda akan langsung mengirimkan “pesan” ke otak Anda yang akan memicu suatu bagian otak tertentu untuk melepaskan dopamin.

Gula kemudian akan masuk ke dalam lambung dan melalui bantuan enzim-enzim pencernaan, maka gula ini akan dimetabolisme menjadi 2 molekul yaitu glukosa dan fruktosa. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang akan terjadi di dalam tubuh Anda setelah gula dimetabolisme menjadi glukosa dan fruktosa.

 

Glukosa

Glukosa akan meresap masuk ke dalam aliran darah melalui dinding usus halus, kemudian memicu pankreas untuk mengeluarkan insulin, suatu hormon yang berfungsi untuk “mengambil” glukosa dari dalam aliran darah dan mengantarkannya ke dalam berbagai sel di dalam tubuh Anda untuk digunakan sebagai energi.

Akan tetapi, karena berbagai makanan manis saat ini mengandung terlalu banyak glukosa, maka kadar glukosa di dalam darah juga akan menjadi terlalu banyak, yang membuat Anda memperoleh energi cepat dalam waktu singkat. Keadaan ini akan memicu otak Anda untuk mengeluarkan serotonin, suatu hormon yang berfungsi untuk mengatur waktu tidur.

Selain itu, insulin juga menghambat produksi leptin, hormon “lapar” yang berfungsi untuk memberitahu otak Anda bahwa Anda telah kenyang. Jadi, semakin tinggi kadar insulin di dalam tubuh Anda, maka Anda pun akan merasa semakin lapar, bahkan setelah Anda makan banyak sekalipun. Dengan demikian, di saat Anda berada dalam mode “lapar” maka otak Anda akan “memerintahkan” tubuh Anda untuk mulai menyimpan glukosa sebagai lemak perut.

Peningkatan kadar insulin juga akan terjadi dalam otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer. Di tengah “kekacauan” ini, maka otak Anda pun akan memproduksi lebih sedikit dopamin, yang membuat Anda merasa ingin makan sesuatu dan seperti mengalami “kecanduan”.

Jika Anda terus makan dalam jumlah berlebihan, maka pankreas Anda akan memompa lebih banyak insulin sehingga sel-sel tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin tersebut, yang membuat glukosa “menumpuk” di dalam aliran darah Anda, dan menyebabkan terjadinya pre diabetes, yang pada akhirnya akan berubah menjadi diabetes.

 

Fruktosa

Seperti halnya glukosa, fruktosa juga akan meresap masuk ke dalam usus halus Anda ke dalam aliran darah, yang kemudian akan langsung menuju ke hati. Hati kemudian akan memetabolisme fruktosa dan mengubahnya menjadi sesuatu hal yang dapat digunakan oleh tubuh Anda.

Akan tetapi, karena hati tidak dapat memetabolisme semua fruktosa yang masuk ke dalamnya, terutama bila Anda sering mengkonsumsi makanan manis, maka seiring dengan berlalunya waktu kelebihan kadar fruktosa ini akan membentuk suatu kumpulan lemak di dalam hati (lipogenesis), yang merupakan suatu faktor resiko dari terjadinya perlemakkan hati.

Kadar fruktosa yang berlebihan ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol “baik” dan memicu produksi trigliserida, sejenis lemak yang dapat berpindah dari hati ke dalam pembuluh darah arteri, dan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung atau stroke.

Selain itu, kadar fruktosa yang tinggi di dalam hati juga membuat hati “meminta” lebih banyak insulin untuk membantu hati memetabolisme kelebihan fruktosa ini. Akan tetapi, karena banyak “permintaan” insulin oleh tubuh, maka pankreas Anda pun harus bekerja lebih keras dan memicu terjadinya berbagai proses peradangan di dalam tubuh, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas dan diabetes.

 

 

Sumber: womenshealthmag

Editor Dokter.id
Jan 30  -  3 min read